Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2017

"MAY DAY" HARI KEMENANGAN BURUH YANG "DAMAI"

JAKARTA -  1 Mei diperingati sebagai hari buruh  telah ditetapkan menjadi hari  libur nasional oleh pemerintah pada 2013.  Sepanjang tahun hari buruh ini tidak pernah lepas dari aksi unjuk rasa untuk menyuarakan hak-hak buruh. Namun berbeda pada tahun 2017 ini , Menaker Hanif pada Indowarta.com ingin mengubah Hari Buruh 2017 atau biasa disebut hari buruh internasional ini menjadi karnaval pariwisata, ujarnya (26/4/17). Dengan hal tersebut diharapkan dapat mengubah kebiasaan menyambut hari buruh di Indonesia dan menambah daya tarik pariwista. Senada dengan Presiden Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPI) Andi Gani Nena Wea menyatakan pada Poskota.com peringatan buruh 2017 akan berbeda dengan tahun sebelumnya dan berjalan aman, kamis (27/4). Selanjutnya Andi menegaskan pada saat peresmian Rusun bersama Presiden Jokowi banyak perbedaan bentuk aksi may day tahun ini, para buruh nantinya akan melakukan parade kebudayaan (27/4). Berbeda dengan Ketua Konferensi Serikat...

"KOMPAK...OLAH RAGA BERSAMA KAPOLRES DENGAN KOMBATA (Komunitas Bandara Soekarno Hatta)"

Jakarta -  Bandara Soekarno Hatta (28/4/2017) Polres Kota Bandara Soekarno Hatta melakukan kegiatan bersama dengan Komunitas  Bandara Soekarno Hatta (KOMBATA).   Kegiatan diawali dengan olah raga senam aerobic bersama dengan stake holder yang ada di Bandara Soekarno Hatta, kegiatan ini dilakukan dengan tujuan agar Komunitas Bandara Soekarno Hatta tetap kompak.   Selanjutnya Kapolresta Bandara Soekarno Hatta Komisaris Besar Polisi Arif Rachman, S.I.K., MTCP., dalam sambutannya menyampaikan agar kita bersama-sama menjaga keamanan Bandara Soekarno Hatta khususnya jelang peringatan hari buruh internasional (May Day), karena ini bukan hanya tugas polisi saja melainkan juga tugas seluruh masyarakat yang ada di Bandara Soekarno Hatta, seperti kita ketahui bahwa bandara soekarno hatta merupakan obyek vital nasional dan undang-undang melarang melalukan aksi unjuk rasa di obyek vital nasional.   Acara dilanjutkan dengan pembagian Doorprize kepada peserta dan ditutup den...

Mahasiswa Datangi Polda Desak Penjarakan Habib Rizieq

Kelompok mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa dan Aktivis Pemuda Relawan NKRI mendatangi markas Kepolisian Daerah Metro Jaya untuk mendesak penyidik segera menangkap pimpinan Front Pembela Islam Habib  Rizieq Shihab . Aksi ini menyusul munculnya sejumlah kasus yang diduga melibatkan Rizieq. "Kami mendesak Polda Metro Jaya dan Polda Jabar segera melanjutkan proses hukum Habib Rizieq sampai dijebloskan hotel prodeo (penjara)," kata koordinator aksi, Gunawansyah, di Polda Metro Jaya, Selasa (25/4/2017). Dia mendesak polisi jangan pandang bulu dalam menegakkan supremasi hukum. "Jangan sampai ada anggapan negara sengaja melakukan pembiaran terhadap Rizieq Shihab. Jangan biarkan juga Rizieq melakukan provokasi terus-terusan dan membuat gaduh negara," katanya. Sejumlah perwakilan mahasiswa diterima pejabat Polda Metro Jaya. Setelah menyampaikan aspirasi, aliansi mahasiswa membubarkan secara tertib. Saat ini, ada tiga kasus Rizieq yang...

"Bombastis" Polda Metro Jaya Ungkap Bandar Narkoba Asal Nigeria

Jakarta - Ditresnarkoba Polda Metro Jaya berhasil mengungkap  kejahatan narkotika dengan modus disembunyikan dalam sandal.  Kapolda Metro Jaya Irjen M. Iriawan  didampingi Dir Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta  Jaya dan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono berhasil mengamankan  1 tersangka WNA Nigeria inisial DHO dan WNI inisial TSI, penyelundupan Narkotika jenis sabu dari Guangzhou China di Kelapa Gading, rabu (26/4). Namun salah satu dari mereka inisial DHO dihadiahi timah panas, karena tersangka berupaya merebut senjata petugas. Kemudian tersangka dibawa ke rumah sakit guna pertolongan. Tapi dalam perjalanan ke Rumah Sakit POLRI Kramat Jati tersangka meninggal dunia. Kapolda menjelaskan 2007 gram sabu yang disita itu mempunyai daya rusak yang tinggi dan berakibat jatuhnya korban penyalahguna narkoba sebanyak : 8000 orang (Delapan Ribu Orang). Ujarnya (26/4). Sementara kepada tersangka dikenakan Pasal 113 ayat (2) subsider Pasal...

OMBUDSMAN RI: PENEMBAKAN DI LUBUKLINGGAU SESUAI PROSEDUR

Jakarta  - memang lebih seksi berita penembakan terhadap warga sipil  yang menerobos saat razia saat cipta kondisi yang digelar jajaran Polres Lubuk Linggau daripada berita pengeroyokan terhadap anggota polisi di Jakarta Utara beberapa minggu yang lalu. Kasus penembakan oleh anggota polisi saat razia itu, menggiring opini seolah olah dinilai bentuk kesewenang-wenangan Polri atau arogansinya Polri.  Namun berbeda dengan pendapat  Anggota Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Adrianus Eliasta Meliala mengatakan ada beberapa standar umum untuk menilai benar atau salah penembakan yang terjadi di Sumatra Selatan (Sumsel) beberapa waktu lalu. Adrianus menegaskan , untuk menilai salah dan benarnya tindakan oknum kepolisian jangan hanya melihat hasilnya, tetapi juga harus dilihat dari proses (25/04/17).   Masyarakat akan menilai beda ketika yang ditembak polisi itu ternyata  gerombolan penjahat, pasti memuji dia  (pelaku penembakan-RED),’’ kata Adrianus di Ge...

Kapolri: Kita Sukses Merawat Kerangka NKRI Beragam Namun Tetap Satu

Depok . Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian memberikan kuliah umum pada  acara Deklarasi Gerakan Mahasiswa (Gema) Aliansi Relawan Perguruan Tinggi Anti Penyalahgunaan Narkoba (Artipena) Jabodetabek, di Balairung Kampus Universitas Indonesia, Depok, Selasa (25/4) “Kita sukses merawat kerangka NKRI ini, yang beragam namun tetap satu. Tapi kita belum sukses melakukan pemerataan pembangunan,” ujar Kapolri. Kapolri memberi contoh bahwa negara Singapura telah sukses melakukan pemerataan pembangunan. Meskipun, negara tersebut baru merdeka tahun 1965. “Mereka (Singapura) sukses membangun, membuat pembangunan di negara tersebut dirasakan oleh rakyatnya. Menjadi salah satu negara yang paling maju di dunia,” kata Tito. Menurut Kapolri, negara ASEAN lainnya seperti Malaysia dan Thailand, juga sudah mulai menjadi negara besar. “Tetapi di Indonesia, kesenjangan sosial antara yang miskin dan yang kaya masih terlalu tinggi.” Demografi kesejahteraan Indonesia, kata Tito, masih berbentuk p...

”Demi Rakyat” Pilkada DKI Aman,Polri - TNI Terima Apresiasi

JAKARTA -  Aktivitas Polri dalam menghadapi Pilkada ini menuai berbagai sorotan, karena seiring dengan berjalannya Pilgub DKI ada beberapa orang yang ditangkap dan ditahan atas dugaaan makar, isu kriminalisasi ulama dan isu-isu lainnya. Para tokoh dan masyarakat menduga Polisi hanya mengada-ada, dan hal itu dinilai sebagai tindakan reaktif dan sporadis Polri. Ada juga yang menilai surat yag dilayangkan ke Pengadilan Negeri Jakut termasuk larangan Tamasya-Almaidah, merupakan tindakan yang melebihi wewenang, dan beberapa kejadian lainnya yang menilai ada keberpihakan. Kapolri Jendral Tito Karnavian hanya mempunyai satu kepentingan yaitu Pilkada berjalan aman dan damai, lebih lanjut Kapolda Metro Irjen M. Iriawan menegaskan kita lakukan pengamanan All Out hanya demi satu kepentingan yaitu “Demi Rakyat” (18/4/17). Berbagai isu miring terhadap Polri tersebut, terjawablah sudah. Pilgub DKI Jakarta pada umumnya berjalan dengan aman, transparan, dan damai. Namun tentunya Polri...

Kapolri: Jangan Jadikan Hasil Survei Pilgub DKI Pegangan

Sejumlah lembaga survei sudah siap mengumumkan hasil hitung cepat dalam Pilgub DKI. Hasil survei ini tentu mendahului penetapan dari KPU. Kapolri Jenderal Tito Karnavian memberi saran perihal hasil survei yang nanti akan ramai. Tito meminta masyarakat untuk memahami dengan baik hasil survei yang ada. "Tolong pahami betul makna survei. Saya yakin survei sudah banyak. Jangan survei menjadi pegangan," katanya di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (18/4). Tito menyebut survei tidak bisa dijadikan pegangan yang akurat. Ia melihat hasil survei hanyalah perkiraan yang sifatnya tidak mutlak dan mengikat. Oleh karena itu ia berharap masyarakat untuk tidak terlalu berpedoman pada survei. "Nanti andalkan saja perhitungan yang sah dari KPU," katanya.  Dia bahkan mengklaim sejumlah survei memiliki kekeliruan dalam pelaksanaanya. "Beberapa survei banyak yang tidak tepat. Jadi jangan berpegangan pada survei ini," imbuh Tito.

AMAN ADA KAMI : TNI DAN POLRI TEKANKAN LIBAS PENGACAU PILKADA

“AMAN ADA KAMI” jadi motto pengamanan Pilkada kali ini, pesannya adalah “Biarlah Rakyat Yang Memilih” jangan ada intimidasi atau pergerakan dan mobilisasi massa yang mempengaruhi Pilgub DKI 2017. Presiden berpesan “ Biarlah Masyarakat DKI melaksanakan hak pilih dengan sebebas-beasnya, tidak ada tekanan dari siapapun”, ujar Wiranto dalam acara “Pembekalan Petugas Pam TPS – TNI dan Polri Dalam Rangka Pilkada Provinsi DKI Jakarta-2017” di Ancol 18/4/17. Panglima TNI juga berpesan kepada seluruh anggota “anggota yang bertugas apabila melaksanakan tugas sesuai prosedur, Jangan Takut duduk di meja hijau, SAYA Terdakwanya” ujar Jendral TNI Gatot kepada seluruh perserta pengamanan (18/4/17).  Sementara itu Kapolri menegaskan “Masyarakat Gunakan hak Politik sepuas-puasnya” jangan ada intimidasi sekaligus menghimbau tidak ada pengarahan massa ke TPS. Cukup TNI dan Polri yang mengamankan Pilkada. Sebagaimana Kapolda Metro Jaya menyampaikan “Percayakan Kepada Kami, Mari Kita Sukseskan Pilgub...

Maklumat bersama larangan mobilisasi massa pada Pilkada DKI Jakarta 2017

Jakarta  – Tiga instansi di DKI Jakarta, yaitu Kepolisian Daerah Metro Jaya, KPUD DKI Jakarta, dan Badan Pengawas Pemilu DKI Jakarta, mengeluarkan maklumat bersama tentang larangan mobilisasi massa pada Pilkada DKI Jakarta putaran kedua. Maklumat bersama ditandatangani Kepala Polda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Mochamad Iriawan, Ketua KPUD DKI Jakarta, Sumarno, dan Ketua Badan Pengawas Pemilu DKI Jakarta, Mimah Susanti, dan dikeluarkan di Jakarta, Senin, 17 April 2017. Maklumat bernomor MAK/01/IV/2017, 336/KPU-Prov-010/IV/2017, 405/K.JK/HM.00.00/IV/2017 itu berisi tentang larangan bagi yang melaksanakan mobilisasi massa yang dapat mengintimidasi massa secara fisik maupun psikologis pada putaran kedua Pilkada DKI Jakarta, 19 April nanti. Pertimbangannya: berdasarkan perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Jakarta dan demi menciptakan situasi yang aman dan kondusif menjelang, saat, dan pasca putaran kedua Pilkada DKI Jakarta. Isi maklumat bersama itu: set...

KAPOLRI: JIKA ADA INTIMIDASI DAN MOBILISISASI MASSA DI PILKADA, POLRI AKAN TEGAS

Jakarta  - Kapolri Jenderal Tito Karnavian pada detik (17/4/17) akan melakukan tindakan tegas bila ada mobilisasi dan pengumpulan massa di TPS-TPS dalam pilkada Jakarta lusa besok. Keberadaan massa yang besar di TPS pasti memberikan kesan intimidatif. Hal ini disampaikan demi terwujudnya keamanan dan ketertiban serta netralitas Pilkada serentak di seluruh Indonesia, disamping itu Tito menjelaskan pada kompas.com (17/4/17) ada indikasi rencana beberapa gerakan massa dari luar, dengan alasan macam-macamlah. Dari kampanye dan mengawasi kecurangan. Ya salah satunya tamasya (Al-Maidah).  Prinsipnya, kami tidak ingin ada pengelompokan massa di TPS," , "Karena sistem pengamanan di TPS punya pengamanan sendiri. AdaPanwaslu, Bawaslu, ada saksi dan pengamat independen serta media," ucapnya. Selain itu Tito juga telah memerintah Kapolda Metro Jaya, Lampung dan daerah di Sumatera lainnya untuk mencegah dan melarang pergerakan massa ke Jakarta. "Jangan tanggung-tanggung. Kala...

Kapolri : Bangsa Indonesia Akan Menjadi Bangsa yang Besar Apabila Situasi Politik dan Keamanan Terjaga Stabil

Jakarta  - Mabes Polri, Bertempat di Internasional Convention Exibition,Kapolri Jenderal Pol Drs Tito Karnavian, M.A, Ph.D Memberikan orasi Ilmiah di hadapan para wisudawan dan wisudawati Universitas Muhamadyah Jakarta yang mengangkat tema ” Tantangan Kebhinnekaan Dalam Era Demokrasi dan Globalisasi”,Sabtu (15/4/2017).  Kapolri Jenderal Pol Drs Tito Karnavian, M.A, Ph.D dalam orasinya menyampaikan arahan tentang pentingnya menjaga kebhinekaan di Indonesia. Beragamnya perbedaan yang ada dapat memicu konflik, untuk itu kita harus dapat mengelolanya dengan baik agar tidak timbul perpecahan bangsa. ” Bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang besar apabila situasi politik dan keamanan terjaga secara stabil, “terang Jenderal Pol Drs Tito Karnavian, M.A, Ph.D. Tampak hadir dalam orasi Ilmiah yang digelar dalam rangka wisuda Mahasiswa pasca sarjana Universitas Muhammadiyah Jakarta ini yakni Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin dan orang tua wisudawan serta wisu...