Langsung ke konten utama

”Demi Rakyat” Pilkada DKI Aman,Polri - TNI Terima Apresiasi

JAKARTA - Aktivitas Polri dalam menghadapi Pilkada ini menuai berbagai sorotan, karena seiring dengan berjalannya Pilgub DKI ada beberapa orang yang ditangkap dan ditahan atas dugaaan makar, isu kriminalisasi ulama dan isu-isu lainnya.

Para tokoh dan masyarakat menduga Polisi hanya mengada-ada, dan hal itu dinilai sebagai tindakan reaktif dan sporadis Polri. Ada juga yang menilai surat yag dilayangkan ke Pengadilan Negeri Jakut termasuk larangan Tamasya-Almaidah, merupakan tindakan yang melebihi wewenang, dan beberapa kejadian lainnya yang menilai ada keberpihakan.

Kapolri Jendral Tito Karnavian hanya mempunyai satu kepentingan yaitu Pilkada berjalan aman dan damai, lebih lanjut Kapolda Metro Irjen M. Iriawan menegaskan kita lakukan pengamanan All Out hanya demi satu kepentingan yaitu “Demi Rakyat” (18/4/17).

Berbagai isu miring terhadap Polri tersebut, terjawablah sudah. Pilgub DKI Jakarta pada umumnya berjalan dengan aman, transparan, dan damai. Namun tentunya Polri tidak bekerja sendiri, mereka dibantu aparat TNI yang dan seluruh elemen masyarakat.

Prabowo pada saat release kemenangan hasil “Quick Count” di TV One mengatakan terimakasih dan apresiasi stingginya bagi aparat kepolisian dan TNI yang sudah berjibaku dalam mengamankan Pilgub DKI 2017.
Lebih lanjut Prabowo pada kriminalitas.com menegaskan “Kepada semua aparat, Polri dan TNI, serta prajurit yang menjaga, terutama relawan semuanya kami ucapkan terima kasih,” Ujarnya (19/7/04).
Tidak hanya Prabowo yang mengucapkan terimakasih, Ketua DPR RI, Komisi III DPR RI, berbagai ormas serta masyarakat pun tidak sungkan-sungkan mengapresiasi kinerja Polri dan TNI (media mainstream).
Termasuk Pakar Hukum Ramdan Almasyah pada harian terbit.com “Apresiasi yang setinggi-tingginya kami berikan pada Polri, khususnya pada Kapolri dan Kapolda Metro yang telah memberikan rasa aman pada warga Jakarta dalam menggunakan hak pilihnya,” katanya.

Selanjutnya pada republika.com Koordinator Tim Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Siane Indriani mengapresiasi aparat TNI dan Polri pada pelaksanaan putaran kedua, Rabu (19/4).

"Secara umum hasil pantauan Komnas HAM menunjukkan situasi yang kondusif dan aman. Kehadiran aparat dari TNI dan Polri sangat dirasakan," kata Siane melalui pesan tertulis di Jakarta, Rabu (19/4).
Ia pun menilai "Secara umum hasil pantauan Komnas HAM menunjukkan situasi yang kondusif dan aman. Kehadiran aparat dari TNI dan Polri sangat dirasakan," kata Siane melalui pesan tertulis di Jakarta, Rabu (19/4).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JUSUF KALLA: JEMPOL BUAT POLRI "UNGKAP SABU 1 TON"

Jakarta- Upaya Polda Metro jaya yang terdiri dari gabungan Ditresnarkoba Polda Metro dan Polresta Depok mengungkap penyeludupan Sabu 1 Ton mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Begitu juga Wakil Presiden RI Jusuf Kalla angkat jempol buat Polri, pria yang di akrab di panggil JK itu, memuji kinerja aparat kepolisian, menurutnya penagkapan tersebut merupakan prestasi baru, Sabtu (15/7/17).  JK juga menegaskan "penangkapan sabu 1 Ton kemarin merupakan terbesar saat ini, dan prestasi luar bisa, namun Jk juga menghimbau aparat kepolsian tak cepat puas dan meningkatkan kerjasama Internasional. JK juga berharap pelaku dapat hukuman yang berat, dengan tegas JK mengatakan "jadi ini memang harus diproses sangat berat, yang lebih kecil aja 1 kg bisa hukuman mati, apalagi yang 1 Ton", ujar JK, Sabtu (15/7/17) Memang tangkapan Sabu 1 Ton ini selain bernilai triliyunan Rupiah, juga dapat menyelematkan anak bangsa hingga 100 juta jiwa, artinya dengan tertangkapnya penyelud...

Ketua MUI: Umat Islam Tak Usah Ikut Aksi 287

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maruf Amin mengimbau, umat Islam tidak terprovokasi sehingga turut menjadi peserta dalam aksi 287. JAKARTA  - Unjuk rasa besar yang rencananya diselenggarakan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI itu akan dilaksanakan di Jakarta pada Jumat esok, 28 Juli 2017. Rencana aksi tersebut akan diikuti 5.000 hingga 10.000 orang. Tujuan aksi  itu untuk memprotes Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) yang baru diterbitkan. Menurut Maruf, unjuk rasa adalah hal yang tidak perlu dilakukan. "Kalau (menurut) MUI sih, pemerintah, umat, tidak usah terprovokasi, tidak usah ikut (unjuk rasa 287). Itu (perihal keberlanjutan Perppu), sudah ada mekanismenya, bahwa pemerintah berhak, menurut Undang-undang membuat Perppu. Dan nanti Perppu itu akan diuji oleh DPR. Itu kan berjalan saja. Tidak usah ada tekanan-tekanan dari pihak mana pun. Saya kira itu," ujar Maruf di J...

Polri Serius Tangani Kasus Novel Baswedan, Sketsa Terkini Pelaku Sudah Didapatkan

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menunjukkan sketsa terbaru wajah terduga pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Sketsa diperoleh berdasarkan keterangan saksi yang ada di lokasi kejadian. "Ini adalah dari saksi yang sangat penting karena 5 menit sebelum kejadian ada di dekat masjid. Dia mencurigakan yang kami duga dia pengendara sepeda motor," kata Tito dalam konferensi pers seusai pertemuan di kantor Presiden, kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Senin (31/7/2017). Saksi melihat terduga pelaku berdiri mencurigakan di dekat masjid tempat Novel menunaikan salat subuh berjemaah. Terduga penyerang Novel itu memiliki ciri-ciri bertubuh ramping, tinggi 167-170 cm, kulit agak hitam, dan rambut keriting. S aksi yang dimaksud Tito tak bersedia diungkap namanya. Tetapi saksi tersebut dinilai sangat penting oleh kepolisian. Pihaknya juga bekerja sama dengan kepolisian Australia (AFP) untuk mengungkap kasus ini. "Ini su...