Langsung ke konten utama

Kapolri: Transnational Crime dan Terorisme sebagai Common Enemy (musuh bersama) bagi ASEAN

Kapolri Jenderal Muhammad Tito Karnavian, Ph.D menghadiri acara Opening Ceremony of the 37th ASEANAPOL Conference dengan tema “Powered by Innovation, Strengthened by Partnership”

Konferensi yang dihadiri 10 negara aggota ASEAN, juga 6 negara observer, serta 9 negara dialogue partners, termasuk tiga organisasi internasional seperti Interpol, Europol dan ICRC ini, dibuka oleh Wakil Perdana Menteri Singapura Teo Chee Hean dan didampingi oleh Kepala Kepolisian Singapura Hong Wee Teck.

Acara dilanjutkan dengan 1st Plenary Session, kemudian diskusi diantara para Kepala Kepolisian Negara-negara anggota ASEAN (Head of Delegation Discussion Forum), yang juga dihadiri oleh ASEAN Secretariat. Yang mana pada diskusi ini Kapolri Tito Karnavian menegaskan pentingnya kerjasama antara organisasi Kepolisian antar negara, terutama di Regional Asean, dan pentingnya forum  ASEANAPOL sebagai kerangka kerja sama antar kepolisian, atas dasar kesamaan ancaman atau musuh bersama, berupa transnational crime, terutama terorisme.

Penegasan Kapolri ini mendapat dukungan dari Kepala Kepolisian Brunei, yang juga menjabat sebagai vice chairman pada konferensi ini, IGP Moh. Jammy. Juga dukungan dari Kepala Kepolisian Malaysia yang belum genap dua minggu menjabat, IGP Mohamad Fuji Bin Harun.

Konferensi hari pertama dilanjutkan dengan Bilateral Meeting antara Kapolri dengan 5 agensi, yaitu dengan Kepala Kepolisian Australia (AFP) Andrew Colvin, kemudian berturut-turut dengan Head of Europol Office to The IGCI, Benoit Godart. Commander NCA, Mark Edward Bishop. Kepala Kepolisian Malaysia IGP Dato Seri Moh Fuzi bin Harun, terakhir dengan Kepala Divisi kejahatan antar negara Myanmar, Police Brigadier General Aum Htay Myint.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JUSUF KALLA: JEMPOL BUAT POLRI "UNGKAP SABU 1 TON"

Jakarta- Upaya Polda Metro jaya yang terdiri dari gabungan Ditresnarkoba Polda Metro dan Polresta Depok mengungkap penyeludupan Sabu 1 Ton mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Begitu juga Wakil Presiden RI Jusuf Kalla angkat jempol buat Polri, pria yang di akrab di panggil JK itu, memuji kinerja aparat kepolisian, menurutnya penagkapan tersebut merupakan prestasi baru, Sabtu (15/7/17).  JK juga menegaskan "penangkapan sabu 1 Ton kemarin merupakan terbesar saat ini, dan prestasi luar bisa, namun Jk juga menghimbau aparat kepolsian tak cepat puas dan meningkatkan kerjasama Internasional. JK juga berharap pelaku dapat hukuman yang berat, dengan tegas JK mengatakan "jadi ini memang harus diproses sangat berat, yang lebih kecil aja 1 kg bisa hukuman mati, apalagi yang 1 Ton", ujar JK, Sabtu (15/7/17) Memang tangkapan Sabu 1 Ton ini selain bernilai triliyunan Rupiah, juga dapat menyelematkan anak bangsa hingga 100 juta jiwa, artinya dengan tertangkapnya penyelud...

Ketua MUI: Umat Islam Tak Usah Ikut Aksi 287

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maruf Amin mengimbau, umat Islam tidak terprovokasi sehingga turut menjadi peserta dalam aksi 287. JAKARTA  - Unjuk rasa besar yang rencananya diselenggarakan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI itu akan dilaksanakan di Jakarta pada Jumat esok, 28 Juli 2017. Rencana aksi tersebut akan diikuti 5.000 hingga 10.000 orang. Tujuan aksi  itu untuk memprotes Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) yang baru diterbitkan. Menurut Maruf, unjuk rasa adalah hal yang tidak perlu dilakukan. "Kalau (menurut) MUI sih, pemerintah, umat, tidak usah terprovokasi, tidak usah ikut (unjuk rasa 287). Itu (perihal keberlanjutan Perppu), sudah ada mekanismenya, bahwa pemerintah berhak, menurut Undang-undang membuat Perppu. Dan nanti Perppu itu akan diuji oleh DPR. Itu kan berjalan saja. Tidak usah ada tekanan-tekanan dari pihak mana pun. Saya kira itu," ujar Maruf di J...

Polri Serius Tangani Kasus Novel Baswedan, Sketsa Terkini Pelaku Sudah Didapatkan

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menunjukkan sketsa terbaru wajah terduga pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Sketsa diperoleh berdasarkan keterangan saksi yang ada di lokasi kejadian. "Ini adalah dari saksi yang sangat penting karena 5 menit sebelum kejadian ada di dekat masjid. Dia mencurigakan yang kami duga dia pengendara sepeda motor," kata Tito dalam konferensi pers seusai pertemuan di kantor Presiden, kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Senin (31/7/2017). Saksi melihat terduga pelaku berdiri mencurigakan di dekat masjid tempat Novel menunaikan salat subuh berjemaah. Terduga penyerang Novel itu memiliki ciri-ciri bertubuh ramping, tinggi 167-170 cm, kulit agak hitam, dan rambut keriting. S aksi yang dimaksud Tito tak bersedia diungkap namanya. Tetapi saksi tersebut dinilai sangat penting oleh kepolisian. Pihaknya juga bekerja sama dengan kepolisian Australia (AFP) untuk mengungkap kasus ini. "Ini su...