Langsung ke konten utama

KASATGAS KARHUTLA ASOPS KAPOLRI, IRJEN M IRIAWAN RELA BASAH DEMI PADAMKAN API DI RIAU

PEKANBARU - Kepala Badan Pemeliharaan dan Keamanan (Kabarhakam) Polri Komjen Pol Putut Eko Bayuseno apresiasi alat pompa air yang memaksimalkan mesin dari sepeda motor yang diperagakan saat pemeriksaan kesiapan sarana prasana dalam apel kesiapan satgas kebakaran hutan dan lahan di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang,Kabupaten Kampar Riau, Kamis (10/8/2017) siang.

Menurut Putut pemaksimalan mesin sepeda motor untuk pompa air yang mampu menyemprotkan air untuk antisipasi karlahut sebagai upaya yang luar biasa.

"Saya akan komunikasikan agar nantinya ada bantuan sepeda motor yang sudah dilengkapi peralatan untuk pompa. Itu khusus untuk wilayah Polda yang memiliki lahan rawan karlahut," ujar Putut usai memimpin apel.

Kabarhakam, Komjen Pol Putut Eko Bayuseno dan Asops Kapolri Irjen Pol Drs Iriawan bahkan cukup lama memperhatikan dan mendengarkan pemaparan dan Kapolda Riau terkait alat pompa dari mesin sepeda motor tersebut.

Rela basah, Asops Iriawan bahkan nampak antusias.

Ia bertanya banyak mengenai alat pompa tersebut.

Meski sempat terjadi insiden kecil ketika salah satu selang yang terhubung ke mesin sepeda motor lepas dan air muncrat.

Sebagian pakaian dan celana Iriawan nampak basah.

Namun itu sama sekali tidak mengurangi antusiasnya.

Ia kembali mempertanyakan lebih dalam terkait mesin tersebut.

Tim Monitoring Evaluasi dan Asistensi Tentang Penanggulangan Karhutla Mabes Polri ke Riau untuk memastikan kesiapan penanganan kebakaran di wilayah Riau.

Kegiatan diisi dengan rapat koordinasi dan apel gelar pasukan satgas karlahut dan pemeriksaan sarana perasarana.

Kegiatan juga dihadiri Kapolda Aceh, Jambi, Sumatera Selatan, Sumatera Utara dan juga Kapolda Riau.

Tim berharap akan ada SOP yang sama pada setiap Polda yang memiliki lahan yang rawan terbakar. (*)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JUSUF KALLA: JEMPOL BUAT POLRI "UNGKAP SABU 1 TON"

Jakarta- Upaya Polda Metro jaya yang terdiri dari gabungan Ditresnarkoba Polda Metro dan Polresta Depok mengungkap penyeludupan Sabu 1 Ton mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Begitu juga Wakil Presiden RI Jusuf Kalla angkat jempol buat Polri, pria yang di akrab di panggil JK itu, memuji kinerja aparat kepolisian, menurutnya penagkapan tersebut merupakan prestasi baru, Sabtu (15/7/17).  JK juga menegaskan "penangkapan sabu 1 Ton kemarin merupakan terbesar saat ini, dan prestasi luar bisa, namun Jk juga menghimbau aparat kepolsian tak cepat puas dan meningkatkan kerjasama Internasional. JK juga berharap pelaku dapat hukuman yang berat, dengan tegas JK mengatakan "jadi ini memang harus diproses sangat berat, yang lebih kecil aja 1 kg bisa hukuman mati, apalagi yang 1 Ton", ujar JK, Sabtu (15/7/17) Memang tangkapan Sabu 1 Ton ini selain bernilai triliyunan Rupiah, juga dapat menyelematkan anak bangsa hingga 100 juta jiwa, artinya dengan tertangkapnya penyelud...

Ketua MUI: Umat Islam Tak Usah Ikut Aksi 287

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maruf Amin mengimbau, umat Islam tidak terprovokasi sehingga turut menjadi peserta dalam aksi 287. JAKARTA  - Unjuk rasa besar yang rencananya diselenggarakan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI itu akan dilaksanakan di Jakarta pada Jumat esok, 28 Juli 2017. Rencana aksi tersebut akan diikuti 5.000 hingga 10.000 orang. Tujuan aksi  itu untuk memprotes Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) yang baru diterbitkan. Menurut Maruf, unjuk rasa adalah hal yang tidak perlu dilakukan. "Kalau (menurut) MUI sih, pemerintah, umat, tidak usah terprovokasi, tidak usah ikut (unjuk rasa 287). Itu (perihal keberlanjutan Perppu), sudah ada mekanismenya, bahwa pemerintah berhak, menurut Undang-undang membuat Perppu. Dan nanti Perppu itu akan diuji oleh DPR. Itu kan berjalan saja. Tidak usah ada tekanan-tekanan dari pihak mana pun. Saya kira itu," ujar Maruf di J...

Polri Serius Tangani Kasus Novel Baswedan, Sketsa Terkini Pelaku Sudah Didapatkan

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menunjukkan sketsa terbaru wajah terduga pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Sketsa diperoleh berdasarkan keterangan saksi yang ada di lokasi kejadian. "Ini adalah dari saksi yang sangat penting karena 5 menit sebelum kejadian ada di dekat masjid. Dia mencurigakan yang kami duga dia pengendara sepeda motor," kata Tito dalam konferensi pers seusai pertemuan di kantor Presiden, kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Senin (31/7/2017). Saksi melihat terduga pelaku berdiri mencurigakan di dekat masjid tempat Novel menunaikan salat subuh berjemaah. Terduga penyerang Novel itu memiliki ciri-ciri bertubuh ramping, tinggi 167-170 cm, kulit agak hitam, dan rambut keriting. S aksi yang dimaksud Tito tak bersedia diungkap namanya. Tetapi saksi tersebut dinilai sangat penting oleh kepolisian. Pihaknya juga bekerja sama dengan kepolisian Australia (AFP) untuk mengungkap kasus ini. "Ini su...