Langsung ke konten utama

Kapolri dan Najwa Shihab Resmikan Pojok Baca Sebagai Strategi Kepolisian "Soft Weapon"



Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan polisi perlu membuat ruang-ruang mengajar dan buku. Hal itu bukan hanya membantu meningkatkan minat baca, tapi juga bisa mendekatkan polisi dengan masyarakat.

Hal itu disampaikan Tito saat meresmikan Pojok Baca Polda Metro Jaya, di Satpas SIM, Jalan Daan Mogot, Cengkareng Jakarta Barat. Dia meminta pojok baja disediakan oleh kepolisian.

"Ini adalah cara-cara non-kekerasan. Ini mendekati masyarakat dengan buku dan mengajar," ucap Tito kepada wartawan di lokasi acara, Kamis (10/8/2017).

Tito mengatakan ide ini berasal dari Duta Baca Indonesia Najwa Shihab, yang menyurati Polri. Polri langsung merespons usulan dari Najwa itu.

"Berawal dari surat yang dikirim Ibu Najwa untuk meningkatkan minat baca. Saya terima dengan positif, saya merasa cocok dengan ide ini. Ini jelas dalam rangka menyelamatkan minat baca yang masih rendah, minat baca di polisi juga," ujar Tito.

Tito memerintahkan seluruh polda di Indonesia membuat Pojok Baca. Pojok Baca yang dibuat tidak boleh asal buat.

"Saya perintahkan ke seluruh jajaran kepolisian, ini bertahap. Polda dulu, dalam bulan ini wajib membuat Pojok Baca. Tapi jangan asal buat," kata Tito.

Pojok Baca Polda Metro Jaya berada di salah satu ruangan Satpas SIM Daan Mogot. Di dalamnya ada 2.500 buku yang disumbangkan oleh Perpustakaan Nasional, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Ombudsman.

"Ini bukan Pojok Baca yang sederhana. Ini sih namanya bukan Pojok Baca, tapi perpustakaan," puji Najwa Shihab.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JUSUF KALLA: JEMPOL BUAT POLRI "UNGKAP SABU 1 TON"

Jakarta- Upaya Polda Metro jaya yang terdiri dari gabungan Ditresnarkoba Polda Metro dan Polresta Depok mengungkap penyeludupan Sabu 1 Ton mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Begitu juga Wakil Presiden RI Jusuf Kalla angkat jempol buat Polri, pria yang di akrab di panggil JK itu, memuji kinerja aparat kepolisian, menurutnya penagkapan tersebut merupakan prestasi baru, Sabtu (15/7/17).  JK juga menegaskan "penangkapan sabu 1 Ton kemarin merupakan terbesar saat ini, dan prestasi luar bisa, namun Jk juga menghimbau aparat kepolsian tak cepat puas dan meningkatkan kerjasama Internasional. JK juga berharap pelaku dapat hukuman yang berat, dengan tegas JK mengatakan "jadi ini memang harus diproses sangat berat, yang lebih kecil aja 1 kg bisa hukuman mati, apalagi yang 1 Ton", ujar JK, Sabtu (15/7/17) Memang tangkapan Sabu 1 Ton ini selain bernilai triliyunan Rupiah, juga dapat menyelematkan anak bangsa hingga 100 juta jiwa, artinya dengan tertangkapnya penyelud...

Ketua MUI: Umat Islam Tak Usah Ikut Aksi 287

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maruf Amin mengimbau, umat Islam tidak terprovokasi sehingga turut menjadi peserta dalam aksi 287. JAKARTA  - Unjuk rasa besar yang rencananya diselenggarakan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI itu akan dilaksanakan di Jakarta pada Jumat esok, 28 Juli 2017. Rencana aksi tersebut akan diikuti 5.000 hingga 10.000 orang. Tujuan aksi  itu untuk memprotes Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) yang baru diterbitkan. Menurut Maruf, unjuk rasa adalah hal yang tidak perlu dilakukan. "Kalau (menurut) MUI sih, pemerintah, umat, tidak usah terprovokasi, tidak usah ikut (unjuk rasa 287). Itu (perihal keberlanjutan Perppu), sudah ada mekanismenya, bahwa pemerintah berhak, menurut Undang-undang membuat Perppu. Dan nanti Perppu itu akan diuji oleh DPR. Itu kan berjalan saja. Tidak usah ada tekanan-tekanan dari pihak mana pun. Saya kira itu," ujar Maruf di J...

Polri Serius Tangani Kasus Novel Baswedan, Sketsa Terkini Pelaku Sudah Didapatkan

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menunjukkan sketsa terbaru wajah terduga pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Sketsa diperoleh berdasarkan keterangan saksi yang ada di lokasi kejadian. "Ini adalah dari saksi yang sangat penting karena 5 menit sebelum kejadian ada di dekat masjid. Dia mencurigakan yang kami duga dia pengendara sepeda motor," kata Tito dalam konferensi pers seusai pertemuan di kantor Presiden, kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Senin (31/7/2017). Saksi melihat terduga pelaku berdiri mencurigakan di dekat masjid tempat Novel menunaikan salat subuh berjemaah. Terduga penyerang Novel itu memiliki ciri-ciri bertubuh ramping, tinggi 167-170 cm, kulit agak hitam, dan rambut keriting. S aksi yang dimaksud Tito tak bersedia diungkap namanya. Tetapi saksi tersebut dinilai sangat penting oleh kepolisian. Pihaknya juga bekerja sama dengan kepolisian Australia (AFP) untuk mengungkap kasus ini. "Ini su...