Langsung ke konten utama

Asops Kapolri : 2017 Karhutla Menurun

Asops Kapolri Irjen M Iriawan mengatakan, data penanggulangan karhutla sampai bulan Juli 2017 terjadi penurunan baik jumlah hotspot, areal kebakaran dan perkara yang ditangani baik pelaku perorangan maupun korporasi.


Jakarta - Asisten operasi Kapolri (Asops) Irjen M Iriawan mengatakan, semua pihak berkewajiban mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Agar hutan Indonesia yang luasnya mencapai 124 juta hektar tetap terjaga dan bermanfaat bagi kesejahteraan rakyat Indonesia.

Penegasan itu disampaikan Irjen Iriawan, di Pekanbaru, Riau dalam kunjungan tim monitoring dan evaluasi serta asistensi penanggulangan Karhutla, Rabu 9 Agustus 2017. Kunjungan tim monitoring,evaluasi dan asistensi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) zona sumatera di Riau, juga dihadiri Kabaharkam Polri Komjen Putut, serta para pejabat Polda Sumsel,Aceh,Sumut,Jambi dan Polda Riau.

Asops Kapolri Irjen M Iriawan mengatakan, data penanggulangan karhutla sampai bulan Juli 2017 terjadi penurunan baik jumlah hotspot, areal kebakaran dan perkara yang ditangani baik pelaku perorangan maupun korporasi.
Iriawan menjelaskan, penurunan hot spot dari 2016 hingga Juli 2017 sebesar 18.69 persen atau sebanyak 3.183 titik. Dimana pada 2016 hot spot terdapat 3.915 titik dan pada Juli 2017 turun menjadi 732 titik.

Dalam arahannya, Irjen Iriawan juga menayangkan video pembuatan kanal, baik secara teori maupun inovasi yang dilakukan Polda Sumsel sebagai solusi penanggulangan karhutla dan langkah-langkah yang harus dilakukan melalui langkah pencegahan, penanggulangan dan penegakan hukum (Gakkum) yang tegas.
Guna mengetahui kesiapan masing-masing Polda yang wilayahnya memiliki potensi terjadinya Karhutla, akan digelar apel siaga di 9 Polda.

Usai memberikan pengarahan, Asops Kapolri Irjen Iriawan bersama tim melakukan peninjauan Tehnik Modifikasi Cuaca ( TMC) di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, posko terpadu karhutla provinsi Riau dan peninjauan lokasi kebakaran hutan melalui udara. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JUSUF KALLA: JEMPOL BUAT POLRI "UNGKAP SABU 1 TON"

Jakarta- Upaya Polda Metro jaya yang terdiri dari gabungan Ditresnarkoba Polda Metro dan Polresta Depok mengungkap penyeludupan Sabu 1 Ton mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Begitu juga Wakil Presiden RI Jusuf Kalla angkat jempol buat Polri, pria yang di akrab di panggil JK itu, memuji kinerja aparat kepolisian, menurutnya penagkapan tersebut merupakan prestasi baru, Sabtu (15/7/17).  JK juga menegaskan "penangkapan sabu 1 Ton kemarin merupakan terbesar saat ini, dan prestasi luar bisa, namun Jk juga menghimbau aparat kepolsian tak cepat puas dan meningkatkan kerjasama Internasional. JK juga berharap pelaku dapat hukuman yang berat, dengan tegas JK mengatakan "jadi ini memang harus diproses sangat berat, yang lebih kecil aja 1 kg bisa hukuman mati, apalagi yang 1 Ton", ujar JK, Sabtu (15/7/17) Memang tangkapan Sabu 1 Ton ini selain bernilai triliyunan Rupiah, juga dapat menyelematkan anak bangsa hingga 100 juta jiwa, artinya dengan tertangkapnya penyelud...

Ketua MUI: Umat Islam Tak Usah Ikut Aksi 287

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maruf Amin mengimbau, umat Islam tidak terprovokasi sehingga turut menjadi peserta dalam aksi 287. JAKARTA  - Unjuk rasa besar yang rencananya diselenggarakan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI itu akan dilaksanakan di Jakarta pada Jumat esok, 28 Juli 2017. Rencana aksi tersebut akan diikuti 5.000 hingga 10.000 orang. Tujuan aksi  itu untuk memprotes Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) yang baru diterbitkan. Menurut Maruf, unjuk rasa adalah hal yang tidak perlu dilakukan. "Kalau (menurut) MUI sih, pemerintah, umat, tidak usah terprovokasi, tidak usah ikut (unjuk rasa 287). Itu (perihal keberlanjutan Perppu), sudah ada mekanismenya, bahwa pemerintah berhak, menurut Undang-undang membuat Perppu. Dan nanti Perppu itu akan diuji oleh DPR. Itu kan berjalan saja. Tidak usah ada tekanan-tekanan dari pihak mana pun. Saya kira itu," ujar Maruf di J...

Polri Serius Tangani Kasus Novel Baswedan, Sketsa Terkini Pelaku Sudah Didapatkan

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menunjukkan sketsa terbaru wajah terduga pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Sketsa diperoleh berdasarkan keterangan saksi yang ada di lokasi kejadian. "Ini adalah dari saksi yang sangat penting karena 5 menit sebelum kejadian ada di dekat masjid. Dia mencurigakan yang kami duga dia pengendara sepeda motor," kata Tito dalam konferensi pers seusai pertemuan di kantor Presiden, kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Senin (31/7/2017). Saksi melihat terduga pelaku berdiri mencurigakan di dekat masjid tempat Novel menunaikan salat subuh berjemaah. Terduga penyerang Novel itu memiliki ciri-ciri bertubuh ramping, tinggi 167-170 cm, kulit agak hitam, dan rambut keriting. S aksi yang dimaksud Tito tak bersedia diungkap namanya. Tetapi saksi tersebut dinilai sangat penting oleh kepolisian. Pihaknya juga bekerja sama dengan kepolisian Australia (AFP) untuk mengungkap kasus ini. "Ini su...