Langsung ke konten utama

SETAHUN KEPEMIMPINAN KAPOLRI: BUKTI VALID SURVEI KOMPAS


Jakarta-Hasil survei Kompas yang dipublikasikan senin 3 Juli 2017 menunjukkan ditengah berbagai teror dan persepsi negatif, serta di tengah berbagai ancaman terroris, namun kinerja dan citra Polri semakin di apresiasi publik.

Selanjutnya kompas.com juga menyampaikan opini publik terhadap kerja polisi saat ini menandakan optimisme meski berbagai kekurangan masih menjadi catatan.

Setahun Polri dibawah Kapolri Jendral Muhammad Tito Karnavian telah membuktikan tingkat elektabilitas dalam melayani publik sebagaimana telah di rilis kompas (3/7/17).

Seperti hasil penanganan pengedar narkoba yang paling menonjol selama 2017, dua hari yang lalu telah dibuktikan dengan terungkapnya penyeludupan 1 Ton Narkoba oleh Polda Metro Jaya, sekaligus Pori dapat menyelamatkan 100 juta Jiwa terkena bahaya narkoba.

Contoh di atas adalah bukti bahwa setahun Polri di bawah kepimpinan M. Tito karnavian wajib di apresiasi dan survei kompas valid, Kapolri yang satu ini tetap bekerja melayani masyarakat walapun terus menerus di terpa teror dan persepsi negatif, tapi toh publik angkat jempol dan apresiasi.

Kedepan mudah-mudahan Polri di bawah kepemimpin Jendral M. Tito Karnavian semakin solid dan profesional, serta tetap dilindungi oleh Allah SWT terutama dari fitnah dan orang orang yang sengaja ingin membuat gaduh negara Indonesia.

Perlu kita ketahui bahwa Jendral M. Tito Karnavian akan memasuki usia pensiun 2022, waktu yang sangat panjang menjadi Kapolri dan sempat beredar rumor ingin pensiun dini, namun sudah di klarifikasi.

Pada akhirnya kami memimpikan sosok Kapolri yang cerdas dan mau bekerja keras seperti M. Tito Karnavian, dan harapannya dharma bakti beliau kepada nusa dan bangsa sampai 2022

sumber:
http://nasional.kompas.com/read/2017/07/03/10403051/survei.kompas.polri.semakin.diapresiasi.publik

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JUSUF KALLA: JEMPOL BUAT POLRI "UNGKAP SABU 1 TON"

Jakarta- Upaya Polda Metro jaya yang terdiri dari gabungan Ditresnarkoba Polda Metro dan Polresta Depok mengungkap penyeludupan Sabu 1 Ton mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Begitu juga Wakil Presiden RI Jusuf Kalla angkat jempol buat Polri, pria yang di akrab di panggil JK itu, memuji kinerja aparat kepolisian, menurutnya penagkapan tersebut merupakan prestasi baru, Sabtu (15/7/17).  JK juga menegaskan "penangkapan sabu 1 Ton kemarin merupakan terbesar saat ini, dan prestasi luar bisa, namun Jk juga menghimbau aparat kepolsian tak cepat puas dan meningkatkan kerjasama Internasional. JK juga berharap pelaku dapat hukuman yang berat, dengan tegas JK mengatakan "jadi ini memang harus diproses sangat berat, yang lebih kecil aja 1 kg bisa hukuman mati, apalagi yang 1 Ton", ujar JK, Sabtu (15/7/17) Memang tangkapan Sabu 1 Ton ini selain bernilai triliyunan Rupiah, juga dapat menyelematkan anak bangsa hingga 100 juta jiwa, artinya dengan tertangkapnya penyelud...

Ketua MUI: Umat Islam Tak Usah Ikut Aksi 287

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maruf Amin mengimbau, umat Islam tidak terprovokasi sehingga turut menjadi peserta dalam aksi 287. JAKARTA  - Unjuk rasa besar yang rencananya diselenggarakan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI itu akan dilaksanakan di Jakarta pada Jumat esok, 28 Juli 2017. Rencana aksi tersebut akan diikuti 5.000 hingga 10.000 orang. Tujuan aksi  itu untuk memprotes Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) yang baru diterbitkan. Menurut Maruf, unjuk rasa adalah hal yang tidak perlu dilakukan. "Kalau (menurut) MUI sih, pemerintah, umat, tidak usah terprovokasi, tidak usah ikut (unjuk rasa 287). Itu (perihal keberlanjutan Perppu), sudah ada mekanismenya, bahwa pemerintah berhak, menurut Undang-undang membuat Perppu. Dan nanti Perppu itu akan diuji oleh DPR. Itu kan berjalan saja. Tidak usah ada tekanan-tekanan dari pihak mana pun. Saya kira itu," ujar Maruf di J...

Polri Serius Tangani Kasus Novel Baswedan, Sketsa Terkini Pelaku Sudah Didapatkan

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menunjukkan sketsa terbaru wajah terduga pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Sketsa diperoleh berdasarkan keterangan saksi yang ada di lokasi kejadian. "Ini adalah dari saksi yang sangat penting karena 5 menit sebelum kejadian ada di dekat masjid. Dia mencurigakan yang kami duga dia pengendara sepeda motor," kata Tito dalam konferensi pers seusai pertemuan di kantor Presiden, kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Senin (31/7/2017). Saksi melihat terduga pelaku berdiri mencurigakan di dekat masjid tempat Novel menunaikan salat subuh berjemaah. Terduga penyerang Novel itu memiliki ciri-ciri bertubuh ramping, tinggi 167-170 cm, kulit agak hitam, dan rambut keriting. S aksi yang dimaksud Tito tak bersedia diungkap namanya. Tetapi saksi tersebut dinilai sangat penting oleh kepolisian. Pihaknya juga bekerja sama dengan kepolisian Australia (AFP) untuk mengungkap kasus ini. "Ini su...