Langsung ke konten utama

Polres Bandara Soetta Gagalkan Penyelundupan Baby Lobster Tujuan Singapura

Jajaran Polresta Bandara Soekarno Hatta (Soetta) kembali berhasil membongkar kasus penyelundupan baby lobster.


JAKARTA - 
Jajaran Polresta Bandara Soekarno Hatta (Soetta) kembali berhasil membongkar kasus penyelundupan baby lobster. Sebanyak 15.000 baby lobster tersebut rencananya akan dijual ke luar negeri.

Hal itu diungkapkan oleh Kasat Reskrim Polresta Bandara Soetta, Kompol Mirza Maulana. Pelaku yang diamankan berinisial MS.

“Dia (MS) mencoba menyelundupkan baby lobster itu ke Batam, yang nantinya akan dijual ke Singapura dengan harga yang mahal. Pelaku dibekuk di Terminal 2E pada Kamis (27/7) lalu,” ujar Mirza, Senin (31/7/2017).

“Sebetulnya MS ini tidak sendirian. Ada tiga orang lainnya yang terlibat. Total jadinya empat orang dan kami masih melakukan pemeriksaan serta pengembangan lebih lanjut,” ucapnya.

Menurut Mirza tersangka tanpa izin membawa 15.000 bibit lobster tersebut yang akan diterbangkannya ke Singapura.

Saat ini, pelaku terpaksa mendekam di 7 balik sel tahanan Mapolres Bandara Soetta. Pelaku juga dapat dikenakan dengan UU RI Nomor 45 Tahun 2009 Pasal 31 UU RI No. 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan.

“Mereka semua ini orang sipil. Tidak ada keterkaitan dengan pengelola Bandara atau pun aparat,” ucap Mirza.

Ia mengungkapkan pembongkaran kasus tersebut berkat laporan dari seorang porter Bandara yang curiga dengan isi bawaan barang pelaku. Kemudian petugas melakukan penggeledahan terhadap koper milik yang bersangkutan.

“Saat diperiksa ternyata di dalam koper tersebut terdapat total barang bukti sebanyak kurang lebih 15 ribu benih lobster,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala BKIPM Jakarta I Habrin Take, mengatakan, belasan ribu ekor baby lobster yang digagalkan penyeludupan ya tersebut langsung dilepasliarkan ke habitat aslinya.

“Pada hari yang sama, benih lobster tersebut langsung dilepas liarkan di pantai Loka PSPL, Serang,” ujarnya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JUSUF KALLA: JEMPOL BUAT POLRI "UNGKAP SABU 1 TON"

Jakarta- Upaya Polda Metro jaya yang terdiri dari gabungan Ditresnarkoba Polda Metro dan Polresta Depok mengungkap penyeludupan Sabu 1 Ton mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Begitu juga Wakil Presiden RI Jusuf Kalla angkat jempol buat Polri, pria yang di akrab di panggil JK itu, memuji kinerja aparat kepolisian, menurutnya penagkapan tersebut merupakan prestasi baru, Sabtu (15/7/17).  JK juga menegaskan "penangkapan sabu 1 Ton kemarin merupakan terbesar saat ini, dan prestasi luar bisa, namun Jk juga menghimbau aparat kepolsian tak cepat puas dan meningkatkan kerjasama Internasional. JK juga berharap pelaku dapat hukuman yang berat, dengan tegas JK mengatakan "jadi ini memang harus diproses sangat berat, yang lebih kecil aja 1 kg bisa hukuman mati, apalagi yang 1 Ton", ujar JK, Sabtu (15/7/17) Memang tangkapan Sabu 1 Ton ini selain bernilai triliyunan Rupiah, juga dapat menyelematkan anak bangsa hingga 100 juta jiwa, artinya dengan tertangkapnya penyelud...

Ketua MUI: Umat Islam Tak Usah Ikut Aksi 287

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maruf Amin mengimbau, umat Islam tidak terprovokasi sehingga turut menjadi peserta dalam aksi 287. JAKARTA  - Unjuk rasa besar yang rencananya diselenggarakan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI itu akan dilaksanakan di Jakarta pada Jumat esok, 28 Juli 2017. Rencana aksi tersebut akan diikuti 5.000 hingga 10.000 orang. Tujuan aksi  itu untuk memprotes Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) yang baru diterbitkan. Menurut Maruf, unjuk rasa adalah hal yang tidak perlu dilakukan. "Kalau (menurut) MUI sih, pemerintah, umat, tidak usah terprovokasi, tidak usah ikut (unjuk rasa 287). Itu (perihal keberlanjutan Perppu), sudah ada mekanismenya, bahwa pemerintah berhak, menurut Undang-undang membuat Perppu. Dan nanti Perppu itu akan diuji oleh DPR. Itu kan berjalan saja. Tidak usah ada tekanan-tekanan dari pihak mana pun. Saya kira itu," ujar Maruf di J...

Polri Serius Tangani Kasus Novel Baswedan, Sketsa Terkini Pelaku Sudah Didapatkan

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menunjukkan sketsa terbaru wajah terduga pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Sketsa diperoleh berdasarkan keterangan saksi yang ada di lokasi kejadian. "Ini adalah dari saksi yang sangat penting karena 5 menit sebelum kejadian ada di dekat masjid. Dia mencurigakan yang kami duga dia pengendara sepeda motor," kata Tito dalam konferensi pers seusai pertemuan di kantor Presiden, kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Senin (31/7/2017). Saksi melihat terduga pelaku berdiri mencurigakan di dekat masjid tempat Novel menunaikan salat subuh berjemaah. Terduga penyerang Novel itu memiliki ciri-ciri bertubuh ramping, tinggi 167-170 cm, kulit agak hitam, dan rambut keriting. S aksi yang dimaksud Tito tak bersedia diungkap namanya. Tetapi saksi tersebut dinilai sangat penting oleh kepolisian. Pihaknya juga bekerja sama dengan kepolisian Australia (AFP) untuk mengungkap kasus ini. "Ini su...