Langsung ke konten utama

Jaga Kestabilan Harga Pangan & Arus Mudik Lancar, Jokowi Banjir Apresiasi


Jakarta - Presidium Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (Jari 98) mengapresiasi kinerja Presiden Jokowi yang telah berhasil menjaga kestabilan harga pangan menjelang Ramadhan dan Lebaran tahun ini. 

Ketua Presidium Jari 98 Willy Prakarsa menyatakan apresiasinya terhadap pemerintah yang sudah melakukan operasi pasar secara serentak di seluruh Indonesia."Saya terima kasih ke Presiden dan Pemerintah yang sudah melakukan operasi pasar secara serentak. Wujud kerja nyata Jokowi sudah nampak dalam melakukan koordinasinya secara baik," terang Willy, hari ini.

Lebih lanjut, Willy mengakui pemerintah secara keseluruhan mampu memberikan pasokan bahan-bahan pokok tersebut tidak menipis menghadapi puasa dan lebaran. Selain itu, kata dia, Polri dibawah Jenderal Tito Karnavian juga ikut memback up melakukan operasi pasar bekerjasama dengan Bulog. 

"Kita akui secara keseluruhan harga bahan pokok relatif stabil tidak bergejolak. Pelaku penimbunan sembako pun tidak berkutik, masyarakat pun merasakan dampaknya," sebutnya. 

Dia berharap selalu dibawah pemerintahan Jokowi, harga-harga sembako bisa terus stabil dan kedepan tetap terjaga. Demikian juga para pedagang pun ikut disiplin dan bisa menjaga agar di tingkat pelanggan tidak terjadi gejolak. 

"Kinerja Kabinet Kerja Jokowi pun patut diapresiasi sebab harga kebutuhan pokok menjelang Lebaran pada tahun ini berada dalam posisi yang sangat baik, stabil. Pantas Kapolri bersama Menteri Pertanian, Menteri Perdagangan diberikan apresiasi oleh Presiden," jelasnya. 

Tak hanya itu, sambung Willy, arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah atau Lebaran 2017 bisa mengantisipasi masalah kemacetan parah (arus mudik horor) di jalan tol Brexit (Brebes Exit). 

"Tahun ini Polri bekerja ekstra mengantisipasi arus mudik lebaran dengan cukup lancar dan aman. Tidak ada penumpukan kendaraan seperti ditahun lalu," bebernya. 

Hal ini, kata dia, menjadi bukti pembangunan infrastruktur yang terus dikebut pemerintahan Jokowi sebagai dasar memberikan pelayanan kepada publik sehingga arus kemacetan berhasil diurai. Para pemudik pun mengaku puas dan ikut berterima kasih kepada Jokowi dan Kapolri. 

"Kita sudah lihat hasilnya, alhamdulillah semua lancar dan para pemudik pun puas. Arus mudik kali ini juga dapat menekan angka kecelakaan dan ini menjadi hadiah terbesar dari Pemerintah untuk rakyat Indonesia," tandasnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JUSUF KALLA: JEMPOL BUAT POLRI "UNGKAP SABU 1 TON"

Jakarta- Upaya Polda Metro jaya yang terdiri dari gabungan Ditresnarkoba Polda Metro dan Polresta Depok mengungkap penyeludupan Sabu 1 Ton mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Begitu juga Wakil Presiden RI Jusuf Kalla angkat jempol buat Polri, pria yang di akrab di panggil JK itu, memuji kinerja aparat kepolisian, menurutnya penagkapan tersebut merupakan prestasi baru, Sabtu (15/7/17).  JK juga menegaskan "penangkapan sabu 1 Ton kemarin merupakan terbesar saat ini, dan prestasi luar bisa, namun Jk juga menghimbau aparat kepolsian tak cepat puas dan meningkatkan kerjasama Internasional. JK juga berharap pelaku dapat hukuman yang berat, dengan tegas JK mengatakan "jadi ini memang harus diproses sangat berat, yang lebih kecil aja 1 kg bisa hukuman mati, apalagi yang 1 Ton", ujar JK, Sabtu (15/7/17) Memang tangkapan Sabu 1 Ton ini selain bernilai triliyunan Rupiah, juga dapat menyelematkan anak bangsa hingga 100 juta jiwa, artinya dengan tertangkapnya penyelud...

Ketua MUI: Umat Islam Tak Usah Ikut Aksi 287

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maruf Amin mengimbau, umat Islam tidak terprovokasi sehingga turut menjadi peserta dalam aksi 287. JAKARTA  - Unjuk rasa besar yang rencananya diselenggarakan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI itu akan dilaksanakan di Jakarta pada Jumat esok, 28 Juli 2017. Rencana aksi tersebut akan diikuti 5.000 hingga 10.000 orang. Tujuan aksi  itu untuk memprotes Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) yang baru diterbitkan. Menurut Maruf, unjuk rasa adalah hal yang tidak perlu dilakukan. "Kalau (menurut) MUI sih, pemerintah, umat, tidak usah terprovokasi, tidak usah ikut (unjuk rasa 287). Itu (perihal keberlanjutan Perppu), sudah ada mekanismenya, bahwa pemerintah berhak, menurut Undang-undang membuat Perppu. Dan nanti Perppu itu akan diuji oleh DPR. Itu kan berjalan saja. Tidak usah ada tekanan-tekanan dari pihak mana pun. Saya kira itu," ujar Maruf di J...

Polri Serius Tangani Kasus Novel Baswedan, Sketsa Terkini Pelaku Sudah Didapatkan

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menunjukkan sketsa terbaru wajah terduga pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Sketsa diperoleh berdasarkan keterangan saksi yang ada di lokasi kejadian. "Ini adalah dari saksi yang sangat penting karena 5 menit sebelum kejadian ada di dekat masjid. Dia mencurigakan yang kami duga dia pengendara sepeda motor," kata Tito dalam konferensi pers seusai pertemuan di kantor Presiden, kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Senin (31/7/2017). Saksi melihat terduga pelaku berdiri mencurigakan di dekat masjid tempat Novel menunaikan salat subuh berjemaah. Terduga penyerang Novel itu memiliki ciri-ciri bertubuh ramping, tinggi 167-170 cm, kulit agak hitam, dan rambut keriting. S aksi yang dimaksud Tito tak bersedia diungkap namanya. Tetapi saksi tersebut dinilai sangat penting oleh kepolisian. Pihaknya juga bekerja sama dengan kepolisian Australia (AFP) untuk mengungkap kasus ini. "Ini su...