Langsung ke konten utama

Sutradara Anto Galon Bantah Diskreditkan Umat Islam lewat Video Viral



Film pendek pemenang "Police Movie Festival" ke-4 berjudul 'Kau Adalah Aku yang Lain' karya sineas asal Semarang, Anto Galon menuai kontroversi karena dinilai memojokkan umat Islam.

Sejak dipublikasikan via youtube pada 21 Juni lalu, film tersebut telah dilihat 3.389 kali dan mendapatkan 48 komentar. Sebagian besar komentar menghujat film tersebut karena dinilai mendiskreditkan Islam. Sang sineas, Anto Galon menegaskan tak ada niat memojokkan umat Islam dalam karyanya. "Kalau saya dihujat ya mungkin yang menghujat itu salah satu orang yang bersumbu pendek," katanya kepada GATRAnews, Senin (26/6).

Dalam satu adegan digambarkan perdebatan antara seorang polisi dan beberapa anggota jamaah pengajian yang menjaga jalan. Saat itu, sebuah ambulan permisi akan lewat karena membawa pasien kritis. Kebetulan sang pasien berasal dari nonmuslim.

Polisi meminta diberi jalan karena ini menyangkut nyawa orang. ”Seharusnya polisi menjaga warga yang sedang beribadah. Jangan malah mengganggu. Dosa kamu!” kata sang anggota jamaah yang disapa "Mbah". ”Pak, saya lebih baik berdosa membantah omongan Bapak daripada saya berdosa membiarkan orang mati di sini,” jawab polisi. Beberapa jamaah lain pun mendukung agar ambulan tersebut melintas. Singkat cerita akhirnya ambulans diizinkan melintas dan pasien pun tertolong jiwanya.

Saat ini, Anto mengaku mendapatkan banyak kritikan, hujatan bahkan ancaman via media sosial miliknya.

"Banyak yang inbox ke saya kalau saya kafir dilaknat Allah. Bahkan tugas-tugas malaikat pun seakan akan mereka wakili, dosa dan pahala sudah ada tugasnya yang mencatat. Jadi kita jangan jadi malaikat yang seakan akan boleh menghakimi," keluhnya.

Dalam karyanya, Anto ingin menggambarkan bahwa manusia itu ada yang bersifat layaknya tokoh pewayangan seperti Bima, Arjuna, Duryudana, Rahwana, Rama, Sengkuni dan lain-lain. "Saya juga menyadari bahwa film saya tidak mungkin memuaskan semua pihak, kalau ada pihak-pihak yang marah mungkin karena kesentil dengan film ini," ucapnya.

Menurut pria yang juga pernah membintangi beberapa film ini, pada dasarnya film "Kau Adalah Aku yang Lain" bercerita tentang bagaimana Islam menghargai kehidupan bagi siapapun.

"Penafsiran akan film berbeda beda, akan ada yang pro dan kontra, seperti juga dengan kelompok-kelompok yang tersinggung, ada juga kawan-kawan muslim yang menghargai ide yang ingin disampaikan film ini," tegasnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JUSUF KALLA: JEMPOL BUAT POLRI "UNGKAP SABU 1 TON"

Jakarta- Upaya Polda Metro jaya yang terdiri dari gabungan Ditresnarkoba Polda Metro dan Polresta Depok mengungkap penyeludupan Sabu 1 Ton mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Begitu juga Wakil Presiden RI Jusuf Kalla angkat jempol buat Polri, pria yang di akrab di panggil JK itu, memuji kinerja aparat kepolisian, menurutnya penagkapan tersebut merupakan prestasi baru, Sabtu (15/7/17).  JK juga menegaskan "penangkapan sabu 1 Ton kemarin merupakan terbesar saat ini, dan prestasi luar bisa, namun Jk juga menghimbau aparat kepolsian tak cepat puas dan meningkatkan kerjasama Internasional. JK juga berharap pelaku dapat hukuman yang berat, dengan tegas JK mengatakan "jadi ini memang harus diproses sangat berat, yang lebih kecil aja 1 kg bisa hukuman mati, apalagi yang 1 Ton", ujar JK, Sabtu (15/7/17) Memang tangkapan Sabu 1 Ton ini selain bernilai triliyunan Rupiah, juga dapat menyelematkan anak bangsa hingga 100 juta jiwa, artinya dengan tertangkapnya penyelud...

Ketua MUI: Umat Islam Tak Usah Ikut Aksi 287

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maruf Amin mengimbau, umat Islam tidak terprovokasi sehingga turut menjadi peserta dalam aksi 287. JAKARTA  - Unjuk rasa besar yang rencananya diselenggarakan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI itu akan dilaksanakan di Jakarta pada Jumat esok, 28 Juli 2017. Rencana aksi tersebut akan diikuti 5.000 hingga 10.000 orang. Tujuan aksi  itu untuk memprotes Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) yang baru diterbitkan. Menurut Maruf, unjuk rasa adalah hal yang tidak perlu dilakukan. "Kalau (menurut) MUI sih, pemerintah, umat, tidak usah terprovokasi, tidak usah ikut (unjuk rasa 287). Itu (perihal keberlanjutan Perppu), sudah ada mekanismenya, bahwa pemerintah berhak, menurut Undang-undang membuat Perppu. Dan nanti Perppu itu akan diuji oleh DPR. Itu kan berjalan saja. Tidak usah ada tekanan-tekanan dari pihak mana pun. Saya kira itu," ujar Maruf di J...

Polri Serius Tangani Kasus Novel Baswedan, Sketsa Terkini Pelaku Sudah Didapatkan

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menunjukkan sketsa terbaru wajah terduga pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Sketsa diperoleh berdasarkan keterangan saksi yang ada di lokasi kejadian. "Ini adalah dari saksi yang sangat penting karena 5 menit sebelum kejadian ada di dekat masjid. Dia mencurigakan yang kami duga dia pengendara sepeda motor," kata Tito dalam konferensi pers seusai pertemuan di kantor Presiden, kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Senin (31/7/2017). Saksi melihat terduga pelaku berdiri mencurigakan di dekat masjid tempat Novel menunaikan salat subuh berjemaah. Terduga penyerang Novel itu memiliki ciri-ciri bertubuh ramping, tinggi 167-170 cm, kulit agak hitam, dan rambut keriting. S aksi yang dimaksud Tito tak bersedia diungkap namanya. Tetapi saksi tersebut dinilai sangat penting oleh kepolisian. Pihaknya juga bekerja sama dengan kepolisian Australia (AFP) untuk mengungkap kasus ini. "Ini su...