Langsung ke konten utama

SAFARI RAMADHAN KAPOLDA METRO JAYA “MENINGKATKAN UKHUWAH ISLAMIYAH”



Jakarta- Kota super sibuk dan super isu hari-hari ini tentunya sangat melelahkan bagi jajaran Polda Metro Jaya, walaupun sering di isukan Polri anti Islam tidak membuat berhenti langkah Kapolda Metro Jaya Irjen M. Iriawan untuk mengadakan Safari Ramadhan dalam rangka meningkatkan Ukhuwah Islamiyah.

Safari Ramadah diisi dengan kegiatan silahturahmi, sholat jumat serta melaksanakan “Tausyah Kamtibmas”  dan santunan, pukul 11.30 WIB di Masjid Rahmatul Ummah Panjaringan, Jumat (9/6/17).

Dalam acara Safari Ramadhan tersebut nampak hadir Pangdam Jaya, Kapolres Jakarta Utara, Dandim Jakarta Utara, Kapolsek Penjaringan, Danramil Penjaringan, Perangkat Kecamatan dan Kelurahan Penjaringan serta Toga,Tomas, dan Toda Penjaringan.

Iriawan saat melaksanakan  Tausiyah dalam Safari Ramadhan itu, menyampaikan beberapa pesan bagi Umat Islam,  di antara lain:
1. Agar Masyarakat tetap selalu Hidup Rukun dan Bertoleransi sesama Umat Beragama dan Warga Negara Indonesia yang walaupun berbeda beda suku dan budaya namun kita tetap satu Persatuan dan Kesatuan;
2. Agar Masyarakat,Polri dan TNI dapat terus menjaga dan menjalin hubungan yang baik sehingga dapat terciptanya situasi Kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif, khususnya situasi keamanan di Bulan Suci Ramdhan Ini;
3. Jangan mudah Terpancing dengan adanya provokator yang ingin membuat kekacauan di ibukota Jakarta;
4. Jangan mudah untuk menerima dan mengirimkan berita-berita yang belum jelas asal usul dan belum jelas kebenerannya;
5.  Jangan Main Hakim Sendiri apabila ada peristiwa-peristiwa yang mengganggu kamtibmas, segera dilaporkan ke kepolisian agar dapat ditangani dengan cepat dan tepat;
6. Agar dihindari penyalahgunaan narkoba ;
7. Bulan suci Ramdhan merupakan bulan suci yang penuh dengan Rahmat Allah mari kita jaga situasi kamtibmas, hindari perbuatan-perbuatan yang dapat menciderai kesucian bulan ramdhan, terutama para remaja jangan ada balapan liar dan tawuran yang dapat mengakibatkan jatuhnya korban.
Ketujuh pesan kamtibmas dalam tausiyah Iriawan, hanya ingin Jakarta dan Indonesia aman serta menjadi masyarakat yang bermoral dan bermartabat (9/6/17).  Dengan begitu masyarakat akan semakin sinergi dengan Polri dan seluruh Stakeholder yang ada.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JUSUF KALLA: JEMPOL BUAT POLRI "UNGKAP SABU 1 TON"

Jakarta- Upaya Polda Metro jaya yang terdiri dari gabungan Ditresnarkoba Polda Metro dan Polresta Depok mengungkap penyeludupan Sabu 1 Ton mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Begitu juga Wakil Presiden RI Jusuf Kalla angkat jempol buat Polri, pria yang di akrab di panggil JK itu, memuji kinerja aparat kepolisian, menurutnya penagkapan tersebut merupakan prestasi baru, Sabtu (15/7/17).  JK juga menegaskan "penangkapan sabu 1 Ton kemarin merupakan terbesar saat ini, dan prestasi luar bisa, namun Jk juga menghimbau aparat kepolsian tak cepat puas dan meningkatkan kerjasama Internasional. JK juga berharap pelaku dapat hukuman yang berat, dengan tegas JK mengatakan "jadi ini memang harus diproses sangat berat, yang lebih kecil aja 1 kg bisa hukuman mati, apalagi yang 1 Ton", ujar JK, Sabtu (15/7/17) Memang tangkapan Sabu 1 Ton ini selain bernilai triliyunan Rupiah, juga dapat menyelematkan anak bangsa hingga 100 juta jiwa, artinya dengan tertangkapnya penyelud...

Ketua MUI: Umat Islam Tak Usah Ikut Aksi 287

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maruf Amin mengimbau, umat Islam tidak terprovokasi sehingga turut menjadi peserta dalam aksi 287. JAKARTA  - Unjuk rasa besar yang rencananya diselenggarakan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI itu akan dilaksanakan di Jakarta pada Jumat esok, 28 Juli 2017. Rencana aksi tersebut akan diikuti 5.000 hingga 10.000 orang. Tujuan aksi  itu untuk memprotes Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) yang baru diterbitkan. Menurut Maruf, unjuk rasa adalah hal yang tidak perlu dilakukan. "Kalau (menurut) MUI sih, pemerintah, umat, tidak usah terprovokasi, tidak usah ikut (unjuk rasa 287). Itu (perihal keberlanjutan Perppu), sudah ada mekanismenya, bahwa pemerintah berhak, menurut Undang-undang membuat Perppu. Dan nanti Perppu itu akan diuji oleh DPR. Itu kan berjalan saja. Tidak usah ada tekanan-tekanan dari pihak mana pun. Saya kira itu," ujar Maruf di J...

Polri Serius Tangani Kasus Novel Baswedan, Sketsa Terkini Pelaku Sudah Didapatkan

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menunjukkan sketsa terbaru wajah terduga pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Sketsa diperoleh berdasarkan keterangan saksi yang ada di lokasi kejadian. "Ini adalah dari saksi yang sangat penting karena 5 menit sebelum kejadian ada di dekat masjid. Dia mencurigakan yang kami duga dia pengendara sepeda motor," kata Tito dalam konferensi pers seusai pertemuan di kantor Presiden, kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Senin (31/7/2017). Saksi melihat terduga pelaku berdiri mencurigakan di dekat masjid tempat Novel menunaikan salat subuh berjemaah. Terduga penyerang Novel itu memiliki ciri-ciri bertubuh ramping, tinggi 167-170 cm, kulit agak hitam, dan rambut keriting. S aksi yang dimaksud Tito tak bersedia diungkap namanya. Tetapi saksi tersebut dinilai sangat penting oleh kepolisian. Pihaknya juga bekerja sama dengan kepolisian Australia (AFP) untuk mengungkap kasus ini. "Ini su...