Jakarta.Davidson Tantono (30), korban perampokan dan penembakan di SPBU Daan Mogot, dikenal sebagai pribadi yang ramah dan pendiam semasa hidupnya.
"Pak David, baik orangnya, orangnya juga ramah. Saya sudah bekerja dua tahun di perusahaan koperasinya yang ada di Green Garden, Jakarta Barat. Dari awal buka saya bekerja di Koperasi Mitra Makmur Mandiri," kata salah satu karyawan Davidson, Yoda, saat ditemui di Ruang Emerald, Rumah Duka Heaven, Pluit, Jakarta Utara, Sabtu – Kompas.com (10/6/2017).
Peristiwa penembakan disertai perampokan ini terjadi pada pukul 13.30 WIB Jumat , 9 Juni di dekat SPBU Jembatan Ganung Jakarta Barat
Korban dipastikan telah dibuntuti bila dilihat aksi yang sangat terencana. Lalu lokasi mengeksekusi korban juga berani, yakni di SPBU.
Kronologis awal, pria 30 tahun ini pada sekitar pukul 13.30 WIB berada di SPBU dengan mobil Toyota Innova hitam sedang mengisi angin. Namun tiba-tiba datang pelaku mengambil tas hitam berisi uang yang diletakan di bangku setir.
Korban bahkan sempat mempertahankan tas tersebut sehingga terjadi aksi saling tarik menarik dengan pelaku. Kemudian tanpa berpikir panjang pelaku langsung menembak korban di bagian kepala. Koban pun tewas seketika di lokasi kejadian
Polisi telah menangkap pelaku perampokan bersenjata api yang menewaskan Davidson Tantono (31) di SPBU Jalan Raya Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat. Total sudah dua pelaku yang ditangkap.
"Sudah dua (pelaku) ya yang ditangkap berkaitan dengan perampokan di SPBU," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis-news.detik.com (15/6/2017).
Kedua orang tersebut ditangkap di dua lokasi berbeda. Satu pelaku ditangkap di kawasan Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (11/6), dan satu lagi ditangkap di Lampung pada Rabu (14/6) pagi.
Komentar
Posting Komentar