Langsung ke konten utama

Apel Gelar Pasukan Operasi Ramadniya 2017 Polresta Bandara Soekarno Hatta

Bandara Soetta - Dalam rangka pengamanan arus mudik di wilayah hukum Polresta Bandara Soekarno Hatta, Kapolresta Bandara Soekarno Hatta KOMISARIS BESAR POLISI ARIF RACHMAN, S.I.K., MTCP., memimpin apel gelar pasukan ops ramadniya 2017 di terminal kedatanga 2D.
Apel gelar pasukan diikuti oleh Personel Polres, perwakilan TNI, perwakilan AVSEC dan Security dengan total berjumlah 500 personil.
Sebelum membacakan amanat Kapolri, Kapolresta Bandara Soekarno Hatta memimpin doa "Asmul Husna" dan menyampaikan bahwa keberhasilan suatu operasi bukan semata-mata berdasarkan personil, perlengkapan, dan senjata yang kita gunakan melainkan yang paling utama adalah Ridho Tuhan YME, Allah SWT, oleh sebab itu mari kita selalu niatkan ibadah dalam kegiatan operasi ini agar kita mendapatkan nilai plus yaitu Pahala dari Tuhan YME, Allah SWT.

Untuk wilayah Bandara Soekarno Hatta kita antisipasi adanya pelaku tindak pidana bius, curat dan curas karena itu kita harus ekstra waspada anggota agar aktif patroli di area area tertentu yg rawan kamtibmas.

Kapolres menyatakan bangga bekerjasama dengan TNI, AVSEC dan SECURITY dalam menjaga kemanan di Bandara Soekarno  Hatta oleh sebab itu rekan-rekan mari selalu bekerja sama secara maksimal dan selalu waspadai situasi kontijensi , jangan lengah sedikitpun, untuk rekan-rekan tingkatkan patroli di area ATM, kantor perbankan.

"Saya nyatakan dengan ini BANDARA SOEKARNO HATTA STERIL dari sweeping ormas apapun dan geng motor serta jika menemukan pelaku tindak pidana menggunakan senjata api TINDAK TEGAS sekali lagi TINDAK TEGAS jangan ragu jangan sampai masyarakat menjadi korban seperti yang kita lihat belakangan ini dimedia.

Selanjutnya Kapolres membacakan amanat Kapolri dalam rangka pengamanan hari raya idul fitri dan ucapan selamat hari raya idul fitri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JUSUF KALLA: JEMPOL BUAT POLRI "UNGKAP SABU 1 TON"

Jakarta- Upaya Polda Metro jaya yang terdiri dari gabungan Ditresnarkoba Polda Metro dan Polresta Depok mengungkap penyeludupan Sabu 1 Ton mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Begitu juga Wakil Presiden RI Jusuf Kalla angkat jempol buat Polri, pria yang di akrab di panggil JK itu, memuji kinerja aparat kepolisian, menurutnya penagkapan tersebut merupakan prestasi baru, Sabtu (15/7/17).  JK juga menegaskan "penangkapan sabu 1 Ton kemarin merupakan terbesar saat ini, dan prestasi luar bisa, namun Jk juga menghimbau aparat kepolsian tak cepat puas dan meningkatkan kerjasama Internasional. JK juga berharap pelaku dapat hukuman yang berat, dengan tegas JK mengatakan "jadi ini memang harus diproses sangat berat, yang lebih kecil aja 1 kg bisa hukuman mati, apalagi yang 1 Ton", ujar JK, Sabtu (15/7/17) Memang tangkapan Sabu 1 Ton ini selain bernilai triliyunan Rupiah, juga dapat menyelematkan anak bangsa hingga 100 juta jiwa, artinya dengan tertangkapnya penyelud...

Ketua MUI: Umat Islam Tak Usah Ikut Aksi 287

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maruf Amin mengimbau, umat Islam tidak terprovokasi sehingga turut menjadi peserta dalam aksi 287. JAKARTA  - Unjuk rasa besar yang rencananya diselenggarakan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI itu akan dilaksanakan di Jakarta pada Jumat esok, 28 Juli 2017. Rencana aksi tersebut akan diikuti 5.000 hingga 10.000 orang. Tujuan aksi  itu untuk memprotes Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) yang baru diterbitkan. Menurut Maruf, unjuk rasa adalah hal yang tidak perlu dilakukan. "Kalau (menurut) MUI sih, pemerintah, umat, tidak usah terprovokasi, tidak usah ikut (unjuk rasa 287). Itu (perihal keberlanjutan Perppu), sudah ada mekanismenya, bahwa pemerintah berhak, menurut Undang-undang membuat Perppu. Dan nanti Perppu itu akan diuji oleh DPR. Itu kan berjalan saja. Tidak usah ada tekanan-tekanan dari pihak mana pun. Saya kira itu," ujar Maruf di J...

Polri Serius Tangani Kasus Novel Baswedan, Sketsa Terkini Pelaku Sudah Didapatkan

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menunjukkan sketsa terbaru wajah terduga pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Sketsa diperoleh berdasarkan keterangan saksi yang ada di lokasi kejadian. "Ini adalah dari saksi yang sangat penting karena 5 menit sebelum kejadian ada di dekat masjid. Dia mencurigakan yang kami duga dia pengendara sepeda motor," kata Tito dalam konferensi pers seusai pertemuan di kantor Presiden, kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Senin (31/7/2017). Saksi melihat terduga pelaku berdiri mencurigakan di dekat masjid tempat Novel menunaikan salat subuh berjemaah. Terduga penyerang Novel itu memiliki ciri-ciri bertubuh ramping, tinggi 167-170 cm, kulit agak hitam, dan rambut keriting. S aksi yang dimaksud Tito tak bersedia diungkap namanya. Tetapi saksi tersebut dinilai sangat penting oleh kepolisian. Pihaknya juga bekerja sama dengan kepolisian Australia (AFP) untuk mengungkap kasus ini. "Ini su...