
Jakarta - Aliansi Mahasiswa dan Aktivis Pemuda Relawan NKRI mendesak tim Direktorat Cyber Bareskrim Mabes Polri, untuk segera menangkap tersangka pelaku yang menebar fitnah dengan membuat chat rekayasa Kapolri Jenderal Tito terkait jelang pelaksanaan aksi simpatik 55 alumni 212 "GNPF MUI" long march masjid Istiqlal menuju Mahkamah Agung (MA).
"Chat hoax lagi-lagi telah membuat masyarakat resah dan telah menyudutkan institusi Kepolisian. Kami mendesak tim cyber untuk segera menangkap pelaku penyebar chat hoax Kapolri tersebut," tegas aktivis Aliansi Mahasiswa dan Aktivis Pemuda Relawan NKRI Frans Freddy, hari ini.
Desakan ini terus bergulir, seiring publik semakin memberikan dukungan penuh kepada Kepolisian untuk terus melawan kelompok yang anti Pancasila maupun NKRI.
"Ini adalah momok, dan jangan dibiarkan leluasa. Siapapun dia harus mempertanggung jawabkannya, berikan sanksi tegas kepada yang bersangkutan," terang dia.
Dia menghimbau agar masyarakat bisa menggunakan media sosialnya dengan bijak dan tidak menyebarkan kebencian maupun fitnah.
"Ini fitnah keji, dan sangat kebablasan," tukasnya.
Untuk diketahui, chat Whatsapp yang sengaja merekayasa percakapan Kapolri itu tertulis :
Rencana untuk gagalkan aksi 505 apa ini pak Tito?
Tangkap saja korlapnya H-1 acara.
Tapi kalau acaranya tetap berjalan bagaimana pak ?
Bikin pengalihan, dgn bom panci misalnya atau masukan infiltran kita untuk buat kerusuhan.
Yang sudah2 juga strategi itu gagal pak, bagaimana dong?
Ya bikin konflik jorizontal umat Islam kek, atau apa kek, kan banyak tuh infiltran kita yang nyusup ditubuh ormas islam? udah pusing saya nih ditekan terus dari atas.
Komentar
Posting Komentar