Langsung ke konten utama

“POLRI GEREBEK PESTA SEX GAY”: TOKOH LINTAS AGAMA ANGKAT JEMPOL


Kota Sodom dan Gomorrah adalah dua kota yang dikaitkan dengan kisah Nabi Luth dan kaumnya. Paling tidak, dalam pandangan Islam, Kristen, Yahudi, diyakini bahwa dua kota ini memang pernah ada, dan kemudian dihancurkan Tuhan akibat begitu besarnya penyelewengan sex dan kemaksiatan yang dilakukan oleh penduduknya.
Kemarin,senin (22/5/2017) diberitakan Polisi berhasil meringkus 141 orang dalam operasi yang dilakukan Jatanras dan Resmob Polres Jakarta Utara pada Minggu (21/5), penggerebekan itu diduga terkait adanya prostitusi gay dengan nama event 'The Wild One', mirip yang terjadi di kota Sodom dan Gomorah.
Hari itu juga ada yang komplain terhadap Polri, bahwa Polri tidak manusiawi dalam memperlakukan orang-orang yang terjaring dalam operasi tersebut, entah apa yang menjadi titik komplainnya, tapi jika karena foto-foto yang beredar di medsos bukan kesalahan polisi, karena masyarakat saat itu juga banyak.
Lantas atas kompalin dari orang tersebut polisi harus diam dan tidak berbuat apa-apa, coba dipikirkan kembali ucapan saudara dengan bangganya dan mimik berduka komplain atas kinerja Polri yang satu ini.
Padalah di berbagai kalangan lintas agama justru mengapresiai kinerja Polri, sebagaimana di wakili “ Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberi apresiasi kepada petugas kepolisian yang berhasil menggerebek ‎pesta seks kaum gay di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Pasalnya, praktik tersebut merupakan bentuk penyimpangan seks dan amat meresahkan masyarakat”, selasa (23/5/2017).
Selain itu MUI mengatakan” kami beserta masyarakat menyampaikan apresiasi kepada aparat Polri yang sigap membubarkan pesta terlarang tersebut, dan mengamankan pelakunya”. apalagi pesta sex yang dilakukan oleh kaum homo sex dan dilakukan secara demonstratif telah mengabaikan nilai-nilai religius," tutur Ikhsan.
Kedepan MUI berencana meningkatkan kerjasama antara MUI dan Mabes Polri guna menyiapkan shelter-shelter (penampungan) bagi pembinaan gay dan perilaku seks menyimpang lainnya seperti LGBT (lesbian, gay, biseksual dan transeksual-red)," Ujar Ikhsan Abdullah, Selasa (23/5/2017).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JUSUF KALLA: JEMPOL BUAT POLRI "UNGKAP SABU 1 TON"

Jakarta- Upaya Polda Metro jaya yang terdiri dari gabungan Ditresnarkoba Polda Metro dan Polresta Depok mengungkap penyeludupan Sabu 1 Ton mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Begitu juga Wakil Presiden RI Jusuf Kalla angkat jempol buat Polri, pria yang di akrab di panggil JK itu, memuji kinerja aparat kepolisian, menurutnya penagkapan tersebut merupakan prestasi baru, Sabtu (15/7/17).  JK juga menegaskan "penangkapan sabu 1 Ton kemarin merupakan terbesar saat ini, dan prestasi luar bisa, namun Jk juga menghimbau aparat kepolsian tak cepat puas dan meningkatkan kerjasama Internasional. JK juga berharap pelaku dapat hukuman yang berat, dengan tegas JK mengatakan "jadi ini memang harus diproses sangat berat, yang lebih kecil aja 1 kg bisa hukuman mati, apalagi yang 1 Ton", ujar JK, Sabtu (15/7/17) Memang tangkapan Sabu 1 Ton ini selain bernilai triliyunan Rupiah, juga dapat menyelematkan anak bangsa hingga 100 juta jiwa, artinya dengan tertangkapnya penyelud...

Ketua MUI: Umat Islam Tak Usah Ikut Aksi 287

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maruf Amin mengimbau, umat Islam tidak terprovokasi sehingga turut menjadi peserta dalam aksi 287. JAKARTA  - Unjuk rasa besar yang rencananya diselenggarakan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI itu akan dilaksanakan di Jakarta pada Jumat esok, 28 Juli 2017. Rencana aksi tersebut akan diikuti 5.000 hingga 10.000 orang. Tujuan aksi  itu untuk memprotes Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) yang baru diterbitkan. Menurut Maruf, unjuk rasa adalah hal yang tidak perlu dilakukan. "Kalau (menurut) MUI sih, pemerintah, umat, tidak usah terprovokasi, tidak usah ikut (unjuk rasa 287). Itu (perihal keberlanjutan Perppu), sudah ada mekanismenya, bahwa pemerintah berhak, menurut Undang-undang membuat Perppu. Dan nanti Perppu itu akan diuji oleh DPR. Itu kan berjalan saja. Tidak usah ada tekanan-tekanan dari pihak mana pun. Saya kira itu," ujar Maruf di J...

Polri Serius Tangani Kasus Novel Baswedan, Sketsa Terkini Pelaku Sudah Didapatkan

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menunjukkan sketsa terbaru wajah terduga pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Sketsa diperoleh berdasarkan keterangan saksi yang ada di lokasi kejadian. "Ini adalah dari saksi yang sangat penting karena 5 menit sebelum kejadian ada di dekat masjid. Dia mencurigakan yang kami duga dia pengendara sepeda motor," kata Tito dalam konferensi pers seusai pertemuan di kantor Presiden, kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Senin (31/7/2017). Saksi melihat terduga pelaku berdiri mencurigakan di dekat masjid tempat Novel menunaikan salat subuh berjemaah. Terduga penyerang Novel itu memiliki ciri-ciri bertubuh ramping, tinggi 167-170 cm, kulit agak hitam, dan rambut keriting. S aksi yang dimaksud Tito tak bersedia diungkap namanya. Tetapi saksi tersebut dinilai sangat penting oleh kepolisian. Pihaknya juga bekerja sama dengan kepolisian Australia (AFP) untuk mengungkap kasus ini. "Ini su...