Langsung ke konten utama

Polisi Tegaskan 2 Orang di Foto Bukan Penyerang Novel


JAKARTA - Penyidik Polda Metro Jaya memastikan dua orang yang terekam kamera tersembunyi atau tidak terkait penyiraman cairan air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.
"Tadi [Jumat
 (21/4/2017)] malam bisa diyakini kedua orang yang kami amankan itu bukan pelaku penyiraman," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta, Sabtu (22/4/2017).

Dua orang saksi yang fotonya tersebar berada di sekitar rumah Novel itu, menurut Argo, berinisial M (28) dan H (28).

Berdasarkan pemeriksaan, Argo menuturkan H berada di Malang, Jawa Timur dan M di rumah saudaranya di kawasan Tambun Jakarta Timur saat peristiwa penyiraman air keras terhadap Novel terjadi.

Novel disiram air keras pada 11 April 2017 lalu, seusai menunaikan salat subuh di Masjid Al Ikhsan jalan Deposito RT03/10 Kelapa Gading Jakarta Utara. Novel disiram air keras oleh dua orang pria tidak dikenal yang mengendarai motor. Akibat teror ini, mata kiri Novel cidera parah dan terpaksa harus dirawat di Singapura.

H berada di Malang mulai 6-13 April 2017. Ia membuktikannya dengan menunjukkan tiket menuju Malang, Jawa Timur.

"Lalu M ada di Tambun rumah saudaranya, kami cek apa benar ada di rumah saudara semua kami periksa," tutur Argo.

Argo menerangkan M dan H tidak menutupi identitasnya, foto keduanya ditemukan saksi Y yang merupakan tetangga Novel Baswedan.

Y memotret H dan M di sekitar rumah Novel pada 14 Maret 2017, saat itu H berbincang dengan penjual air isi ulang galon yang bernama Dicki.

"H dan M bekerja di Mata Elang dibayar perusahaan leasing untuk mencari cicilan motor yang menunggak," tutur Argo.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JUSUF KALLA: JEMPOL BUAT POLRI "UNGKAP SABU 1 TON"

Jakarta- Upaya Polda Metro jaya yang terdiri dari gabungan Ditresnarkoba Polda Metro dan Polresta Depok mengungkap penyeludupan Sabu 1 Ton mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Begitu juga Wakil Presiden RI Jusuf Kalla angkat jempol buat Polri, pria yang di akrab di panggil JK itu, memuji kinerja aparat kepolisian, menurutnya penagkapan tersebut merupakan prestasi baru, Sabtu (15/7/17).  JK juga menegaskan "penangkapan sabu 1 Ton kemarin merupakan terbesar saat ini, dan prestasi luar bisa, namun Jk juga menghimbau aparat kepolsian tak cepat puas dan meningkatkan kerjasama Internasional. JK juga berharap pelaku dapat hukuman yang berat, dengan tegas JK mengatakan "jadi ini memang harus diproses sangat berat, yang lebih kecil aja 1 kg bisa hukuman mati, apalagi yang 1 Ton", ujar JK, Sabtu (15/7/17) Memang tangkapan Sabu 1 Ton ini selain bernilai triliyunan Rupiah, juga dapat menyelematkan anak bangsa hingga 100 juta jiwa, artinya dengan tertangkapnya penyelud...

Ketua MUI: Umat Islam Tak Usah Ikut Aksi 287

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maruf Amin mengimbau, umat Islam tidak terprovokasi sehingga turut menjadi peserta dalam aksi 287. JAKARTA  - Unjuk rasa besar yang rencananya diselenggarakan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI itu akan dilaksanakan di Jakarta pada Jumat esok, 28 Juli 2017. Rencana aksi tersebut akan diikuti 5.000 hingga 10.000 orang. Tujuan aksi  itu untuk memprotes Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) yang baru diterbitkan. Menurut Maruf, unjuk rasa adalah hal yang tidak perlu dilakukan. "Kalau (menurut) MUI sih, pemerintah, umat, tidak usah terprovokasi, tidak usah ikut (unjuk rasa 287). Itu (perihal keberlanjutan Perppu), sudah ada mekanismenya, bahwa pemerintah berhak, menurut Undang-undang membuat Perppu. Dan nanti Perppu itu akan diuji oleh DPR. Itu kan berjalan saja. Tidak usah ada tekanan-tekanan dari pihak mana pun. Saya kira itu," ujar Maruf di J...

Polri Serius Tangani Kasus Novel Baswedan, Sketsa Terkini Pelaku Sudah Didapatkan

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menunjukkan sketsa terbaru wajah terduga pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Sketsa diperoleh berdasarkan keterangan saksi yang ada di lokasi kejadian. "Ini adalah dari saksi yang sangat penting karena 5 menit sebelum kejadian ada di dekat masjid. Dia mencurigakan yang kami duga dia pengendara sepeda motor," kata Tito dalam konferensi pers seusai pertemuan di kantor Presiden, kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Senin (31/7/2017). Saksi melihat terduga pelaku berdiri mencurigakan di dekat masjid tempat Novel menunaikan salat subuh berjemaah. Terduga penyerang Novel itu memiliki ciri-ciri bertubuh ramping, tinggi 167-170 cm, kulit agak hitam, dan rambut keriting. S aksi yang dimaksud Tito tak bersedia diungkap namanya. Tetapi saksi tersebut dinilai sangat penting oleh kepolisian. Pihaknya juga bekerja sama dengan kepolisian Australia (AFP) untuk mengungkap kasus ini. "Ini su...