Langsung ke konten utama

MUI Imbau Massa 'Aksi Damai 505' Jaga Ketertiban

MUI Imbau Massa 'Aksi Damai 505' Jaga Ketertiban

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau rencana aksi damai umat Islam yang akan dilakukan pada hari Jumat 5 Mei 2017 bisa berjalan dengan tertib dan menjaga citra Islam.

Wakil ketua Komisi Hukum MUI Ikhsan Abdullah menjelaskan, secara kelembagaan MUI tidak membahas secara khusus mengenai aksi yang bertajuk ‘Aksi Damai 505’, akan tetapi merujuk apa yang disampaikan Ketua MUI, KH Ma’ruf Amien, kata Ikhsan, hendaknya umat Islam tidak melakukan aksi massa dalam jumlah yang besar.

Terkait dengan proses peradilan terhadap terdakwa kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), MUI berpandangan sebaiknya umat mempercayakan proses hukum di pengadilan. MUI beralasan sebagai warga negara dan umat beragama, sebaiknya memberikan kepercayaan kepada lembaga pengadilan. Terlebih umat Islam sudah memilih jalur hukum dalam menyelesaikan perkara tersebut.

“Karena di sana ada Majelis Hakim yang mulia yang akan mengadili dan menjatuhkan Vonis yang adil berdasarkan hukum, keyakinan dan nilai-nilai hukum yang berkembang di masyarakat demi kepastian Hukum yang berkeadilan,” terang Ikhsan kepada Okezone, Kamis (4/5/2017).

Meski demikian, Ikhsan menjelaskan, MUI juga tidak melarang apabila umat Islam akan melakukan aksi. MUI hanya memberikan imbauan agar aksi nanti berjalan dengan tertib dan damai. Massa aksi, tambah Ikhsan, harus mengedepankan tindakan yang terpuji. Ia meminta kesuksesan menjaga citra islam di aksi 12 Desember 2016 kemarin bisa diulang kembali.

“Tetap mengedepankan ahlaq Umat Islam yang cinta perdamaian, bersih tertib dan Indah. Karena Islam adalah agama yg penuh rahmah dan cinta akan keindahan dan ramah terhadap lingkungan, di aksi 212 kemarin bahkan Kapolda Metro Jaya menegaskan bahwa tidak ada satu dahan pun yang patah untuk menggambarkan betapa Super damainya aksi massa tersebut,” tambah Ikhsan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JUSUF KALLA: JEMPOL BUAT POLRI "UNGKAP SABU 1 TON"

Jakarta- Upaya Polda Metro jaya yang terdiri dari gabungan Ditresnarkoba Polda Metro dan Polresta Depok mengungkap penyeludupan Sabu 1 Ton mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Begitu juga Wakil Presiden RI Jusuf Kalla angkat jempol buat Polri, pria yang di akrab di panggil JK itu, memuji kinerja aparat kepolisian, menurutnya penagkapan tersebut merupakan prestasi baru, Sabtu (15/7/17).  JK juga menegaskan "penangkapan sabu 1 Ton kemarin merupakan terbesar saat ini, dan prestasi luar bisa, namun Jk juga menghimbau aparat kepolsian tak cepat puas dan meningkatkan kerjasama Internasional. JK juga berharap pelaku dapat hukuman yang berat, dengan tegas JK mengatakan "jadi ini memang harus diproses sangat berat, yang lebih kecil aja 1 kg bisa hukuman mati, apalagi yang 1 Ton", ujar JK, Sabtu (15/7/17) Memang tangkapan Sabu 1 Ton ini selain bernilai triliyunan Rupiah, juga dapat menyelematkan anak bangsa hingga 100 juta jiwa, artinya dengan tertangkapnya penyelud...

Ketua MUI: Umat Islam Tak Usah Ikut Aksi 287

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maruf Amin mengimbau, umat Islam tidak terprovokasi sehingga turut menjadi peserta dalam aksi 287. JAKARTA  - Unjuk rasa besar yang rencananya diselenggarakan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI itu akan dilaksanakan di Jakarta pada Jumat esok, 28 Juli 2017. Rencana aksi tersebut akan diikuti 5.000 hingga 10.000 orang. Tujuan aksi  itu untuk memprotes Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) yang baru diterbitkan. Menurut Maruf, unjuk rasa adalah hal yang tidak perlu dilakukan. "Kalau (menurut) MUI sih, pemerintah, umat, tidak usah terprovokasi, tidak usah ikut (unjuk rasa 287). Itu (perihal keberlanjutan Perppu), sudah ada mekanismenya, bahwa pemerintah berhak, menurut Undang-undang membuat Perppu. Dan nanti Perppu itu akan diuji oleh DPR. Itu kan berjalan saja. Tidak usah ada tekanan-tekanan dari pihak mana pun. Saya kira itu," ujar Maruf di J...

Polri Serius Tangani Kasus Novel Baswedan, Sketsa Terkini Pelaku Sudah Didapatkan

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menunjukkan sketsa terbaru wajah terduga pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Sketsa diperoleh berdasarkan keterangan saksi yang ada di lokasi kejadian. "Ini adalah dari saksi yang sangat penting karena 5 menit sebelum kejadian ada di dekat masjid. Dia mencurigakan yang kami duga dia pengendara sepeda motor," kata Tito dalam konferensi pers seusai pertemuan di kantor Presiden, kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Senin (31/7/2017). Saksi melihat terduga pelaku berdiri mencurigakan di dekat masjid tempat Novel menunaikan salat subuh berjemaah. Terduga penyerang Novel itu memiliki ciri-ciri bertubuh ramping, tinggi 167-170 cm, kulit agak hitam, dan rambut keriting. S aksi yang dimaksud Tito tak bersedia diungkap namanya. Tetapi saksi tersebut dinilai sangat penting oleh kepolisian. Pihaknya juga bekerja sama dengan kepolisian Australia (AFP) untuk mengungkap kasus ini. "Ini su...