Langsung ke konten utama

Empat Saksi Ahli Diperiksa Kasus Chat Firza dan Rizieq


Jakarta - Para Cyber Army Rizieq Shibab mulai getol membangun opini bahwa kasus “Chat Sex” antara Firza dan Rizieq. Mereka dengan sengaja bergerak agar nitizen percaya bahwa kasus tersebut hanya rekayasa. 

Namun belum lama ini dirilis Kabid Humas Polda Metro Jaya di berbagai media mainstream diantara tempo, tabloid bintang dan yang lainnya, senin (16/5/17) bahwa penyidik akan menyiapkan 4 saksi ahli diataranya ahli pidana, inafis, IT dan “Face Recognition”.

Rupanya para cyber army mencoba menggiring ranah pengadilan ke ranah media sosial, pak Polisi jangan terpancing dengan propaganda mereka, tegakkan hukum di muka bumi pertiwi ini, jika Rizieq berani hadapi panggilan dan persidangan nantinya. 

Sebagaimana Mantan pengurus besar HMI periode 2013-2015 Firman Dwi K mengatakan hingga pada saat Rizieq yang tak kunjung kembali ke tanah air alias mangkir dari panggilan Kepolisian, saat ini kepercayaan masyarakat kini mulai pudar. Harusnya, jika dia merasa tidak bersalah, hadapi saja proses hukumnya dan tak perlu kabur bolak-balik Malaysia – Arab Saudi, ujarnya Rabu (17/5/17).

Selanjutnya Firman mengatakan “Harusnya Rizieq tak perlu mangkir dari panggilan. Logika saya sederhana, kalau tak bersalah mengapa menghindar atau menghambat proses dari panggilan?,” ujarnya.

Perlu di ingat jangan sampai citra umat Islam tercoreng. hebohnya para cyber army pendukung HRS menjadikan beliau sebagai pahlawan, tapi ketidak hadiran beliau menunjukkan From Hero to zero. Mari hadapi hukum dengan kesatria.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

JUSUF KALLA: JEMPOL BUAT POLRI "UNGKAP SABU 1 TON"

Jakarta- Upaya Polda Metro jaya yang terdiri dari gabungan Ditresnarkoba Polda Metro dan Polresta Depok mengungkap penyeludupan Sabu 1 Ton mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Begitu juga Wakil Presiden RI Jusuf Kalla angkat jempol buat Polri, pria yang di akrab di panggil JK itu, memuji kinerja aparat kepolisian, menurutnya penagkapan tersebut merupakan prestasi baru, Sabtu (15/7/17).  JK juga menegaskan "penangkapan sabu 1 Ton kemarin merupakan terbesar saat ini, dan prestasi luar bisa, namun Jk juga menghimbau aparat kepolsian tak cepat puas dan meningkatkan kerjasama Internasional. JK juga berharap pelaku dapat hukuman yang berat, dengan tegas JK mengatakan "jadi ini memang harus diproses sangat berat, yang lebih kecil aja 1 kg bisa hukuman mati, apalagi yang 1 Ton", ujar JK, Sabtu (15/7/17) Memang tangkapan Sabu 1 Ton ini selain bernilai triliyunan Rupiah, juga dapat menyelematkan anak bangsa hingga 100 juta jiwa, artinya dengan tertangkapnya penyelud...

Ketua MUI: Umat Islam Tak Usah Ikut Aksi 287

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maruf Amin mengimbau, umat Islam tidak terprovokasi sehingga turut menjadi peserta dalam aksi 287. JAKARTA  - Unjuk rasa besar yang rencananya diselenggarakan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI itu akan dilaksanakan di Jakarta pada Jumat esok, 28 Juli 2017. Rencana aksi tersebut akan diikuti 5.000 hingga 10.000 orang. Tujuan aksi  itu untuk memprotes Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) yang baru diterbitkan. Menurut Maruf, unjuk rasa adalah hal yang tidak perlu dilakukan. "Kalau (menurut) MUI sih, pemerintah, umat, tidak usah terprovokasi, tidak usah ikut (unjuk rasa 287). Itu (perihal keberlanjutan Perppu), sudah ada mekanismenya, bahwa pemerintah berhak, menurut Undang-undang membuat Perppu. Dan nanti Perppu itu akan diuji oleh DPR. Itu kan berjalan saja. Tidak usah ada tekanan-tekanan dari pihak mana pun. Saya kira itu," ujar Maruf di J...

Polri Serius Tangani Kasus Novel Baswedan, Sketsa Terkini Pelaku Sudah Didapatkan

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menunjukkan sketsa terbaru wajah terduga pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Sketsa diperoleh berdasarkan keterangan saksi yang ada di lokasi kejadian. "Ini adalah dari saksi yang sangat penting karena 5 menit sebelum kejadian ada di dekat masjid. Dia mencurigakan yang kami duga dia pengendara sepeda motor," kata Tito dalam konferensi pers seusai pertemuan di kantor Presiden, kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Senin (31/7/2017). Saksi melihat terduga pelaku berdiri mencurigakan di dekat masjid tempat Novel menunaikan salat subuh berjemaah. Terduga penyerang Novel itu memiliki ciri-ciri bertubuh ramping, tinggi 167-170 cm, kulit agak hitam, dan rambut keriting. S aksi yang dimaksud Tito tak bersedia diungkap namanya. Tetapi saksi tersebut dinilai sangat penting oleh kepolisian. Pihaknya juga bekerja sama dengan kepolisian Australia (AFP) untuk mengungkap kasus ini. "Ini su...